Warisan Adat Tenun Sutra di Wajo Sebagai Sumber Nilai Dalam Pendekatan Konseling Berbasis Budaya Lokal

Authors

  • Nur Aulia Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.1038/8aprhz03

Keywords:

Tenun Sutra Wajo, Kearifan Lokal, Konseling Budaya, Nilai Budaya

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki warisan adat tenun sutra Wajo sebagai sumber nilai untuk membangun metode konseling yang berbasis kearifan lokal. Dengan menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research), literatur tentang sejarah, nilai budaya, filosofi motif, dan praktik sosial masyarakat penenun Bugis-Wajo dipelajari secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan relevansinya dengan konsep-konsep konseling modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses menenun mulai dari menyiapkan benang, membentuk motif, hingga membuat kain mewakili nilai-nilai budaya yang kuat seperti ketekunan, kesabaran, keharmonisan, solidaritas komunal, dan solidaritas. Model konseling yang menekankan penataan diri, perancangan tujuan hidup, konsistensi perubahan perilaku, dan penguatan resiliensi psikologis konseli dapat menggabungkan nilai-nilai ini. Selain itu, simbolisme motif tenun dapat digunakan sebagai cerita pengobatan yang membantu konseli memahami dan memahami apa yang mereka alami dalam hidup mereka. Studi ini menemukan bahwa tenun sutra Wajo memiliki banyak potensi untuk digunakan sebagai dasar untuk pengembangan konseling berbasis budaya. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan konselor yang peka terhadap konteks budaya lokal sangat penting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amir, S., & Syamsuddin, F. (2022). EKSISTENSI KAIN TENUN LIPAâ€TM SABBE DALAM MASYARAKAT SUKU BUGIS DI KOTA SENGKANG KABUPATEN WAJO SULAWESI SELATAN. SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya, 5(2), 35–47.

Budaya, N., & Praktik, D. (2025). Eksistensial humanistik berbasis nilai- nilai budaya dalam praktik konseling multikultural. 1(1), 9–10.

Creswell J.W. (2014). Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Research Design Qualitative Quantitative and Mixed Methods Approaches. Research Design, 4, 107–110.

Falk, J., & Zed, P. J. (2004). Etomidate for procedural sedation in the emergency department. Annals of Pharmacotherapy, 38(7–8), 1272–1277. https://doi.org/10.1345/aph.1E008

Firdaus, F. (2021). Eksistensi Tennung Walida (Gedogan) Kain Sutera di Desa Rumpia Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 9(3), 366–372. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v9i3.6059

Hanur, H., & Arisal. (2018). Understanding of Local Wisdom of Buginese Wajo Community Through of Balo Lipa Sabbe Meaning. Pangadereng, 4(1), 187–199.

Hidayat, A. (2023). Internalisasi Nilai Kearifan Lokal dalam Keilmuan Bimbingan dan Konseling. Indonesian Journal of Educational Counseling, 7(2), 209–221. https://doi.org/10.30653/001.202372.268

Kesuma, A. I. (2018a). Eksistensi Komunitas Penenun Bugis (Sebuah Refleksi Sosio-kultural Masyarakat Wajo). Walasuji, 9(2), 277–288.

Kesuma, A. I. (2018b). The Existence of Bugis Weaving Communities (a Socio-Cultural Reflection of Wajo Society). Walasuji, 9(2), 277–288.

Luran, N. F., Tahara, T., & Astuti, S. (2022). Perubahan Makna dan Simbol Pada Motif Kain Sutera pada kalangan Remaja Bugis di Kabupaten Wajo. Jurnal Mahasiswa Antropologi, 1(2), 91–116. https://doi.org/10.31947/jma.v1i2.24059

Mulyani, N. S. R. D., Astuti, A. D., Rahmawati, E., & Syarifah, A. (2023). Konseling Berbasis Nilai-Nilai Luhur Budaya Jawa Untuk Meningkatkan Resiliensi Karir Mahasiswa. Proceedings Series of Educational Studies, 85–94.

Suyudi, M., & Lugis, M. M. (n.d.). Nilai Filosofis pada Proses Tenun Tradisional di Kabupaten Wajo. 86–101.

Syukur, M. (2023a). PRAKSIS EKONOMI NUSANTARA ALA MASYARAKAT WAJO. SULAWESI SELATAN BERBASIS TENUNAN.

Syukur, M. (2023b). PRAKSIS EKONOMI NUSANTARA ALA MASYARAKAT WAJO. SULAWESI SELATAN BERBASIS TENUNAN.

Syukur, M., Dharmawan, H. A., Sunito, S., & Damanhuri, S. D. (2014). Transformasi Penenun Bugis - Wajo Menuju Era Modernitas. Transformasi Penenun Bugis-Wajo Menuju Era Modernitas, 24, 63–77.

Tenun, K., Preservasi, U., Taraf, P., & Perempuan, P. (2024). [JoHI] Journal of. 1, 59–63. https://doi.org/10.20956/JoHi

Transit, Transisi, dan Transformasi Lipa’ Sabbe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan ANDI FAUZIYAH H F, Dr. Christian Budiman, M.Hum;Dr. phil. Vissia Ita Yulianto, M.Hum. (2020).

Wahyuni, S., Hamsiah, A., & Asdar, A. (2022). Penerapan Nilai Budaya Lokal Dalam Cerita Rakyat Bugis-Makassar Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa Di Kelas IV SDN Mamajang I Kota Makassar. Bosowa Journal of Education, 3(1), 28–31. https://doi.org/10.35965/bje.v3i1.1882

Widyawati, Ni Komang, Made Budhayani I Dewa Ayu, M. P. A. (2023). Moti Kain Tenun Endek Berbasis Budaya Bali Pada. 20(2), 188–199.

Yurika, R. E., & Nugroho, A. R. B. P. (2022). Implementasi Nilai-Nilai Kebudayaan Dalam Praktik Bimbingan Dan Konseling Di Indonesia [Implementation of Cultural Values in Guidance and Counseling Practices in Indonesia]. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 2(1), 23–40. https://doi.org/10.59027/jcic.v2i1.163

Published

2025-12-20

How to Cite

Warisan Adat Tenun Sutra di Wajo Sebagai Sumber Nilai Dalam Pendekatan Konseling Berbasis Budaya Lokal . (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 1(1), 556-565. https://doi.org/10.1038/8aprhz03

Most read articles by the same author(s)