Pola Adaptasi Perantau Bantaeng dan Hubungannya dengan Kesejahteraan Sosial di Lingkungan Baru

Authors

  • Mei Rinda Salsabila Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.1038/m39rje36

Keywords:

Adaptasi Budaya, Perantau Bantaeng, Jaringan Sosial, Strategi Ekonomi, Kesejahteraan Sosial

Abstract

Perantau asal Bantaeng yang menetap di Kalimantan Timur dihadapkan pada tuntutan adaptasi terhadap lingkungan sosial,ekonomi, dan budaya yang berbeda dari daerah asal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola adaptasi budaya perantau serta hubungannya dengan kesejahteraan sosial yang dirasakan di lingkungan baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang perantau asal Bantaeng yang bekerja di sektor swasta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, wawancara informal, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi berlangsung melalui tiga aspek utama, yaitu pembentukan jaringan sosial, penyesuaian budaya secara fleksibel, dan strategi ekonomi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Jaringan sosial berperan penting dalam mempermudah akses informasi, dukungan emosional, serta penerimaan sosial. Penyesuaian budaya dilakukan dengan tetap mempertahankan identitas asal sambil mengikuti norma lingkungan setempat untuk membangun relasi sosial yang harmonis. Pada aspek ekonomi, perantau memanfaatkan peluang kerja yang tersedia dan menyesuaikan diri dengan budaya kerja yang lebih cepat dan terstruktur. Pola adaptasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan rasa aman, kemandirian perantau. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi sangat dipengaruhi oleh kekuatan jaringan sosial dan kemampuan memahami dinamika sosial budaya di lingkungan baru.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Berry, J. W. (2005). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697–712. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2005.07.013

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Faist, T. (2000). The volume and dynamics of international migration and transnational social spaces. Oxford University Press.

Hofstede, G. (2001). Culture’s consequences: Comparing values, behaviors, institutions, and organizations across nations (2nd ed.). Sage Publications.

Hugo, G. (2014). The changing dynamics of migration in East and Southeast Asia. Springer.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Lee, E. S. (1966). A theory of migration. Demography, 3(1), 47–57. https://doi.org/10.2307/2060063

Midgley, J. (1995). Social development: The developmental perspective in social welfare. Sage Publications.

Portes, A. (1998). Social capital: Its origins and applications in modern sociology. Annual Review of Sociology, 24, 1–24. https://doi.org/10.1146/annurev.soc.24.1.1

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Ravenstein, E. G. (1885). The laws of migration. Journal of the Statistical Society of London, 48(2), 167–235. https://doi.org/10.2307/2979181

Sunarto, K. (2004). Pengantar sosiologi. Lembaga Penerbit FE Universitas Indonesia.

Ting-Toomey, S. (1999). Communicating across cultures. The Guilford Press.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson Education.

Published

2025-12-15

How to Cite

Pola Adaptasi Perantau Bantaeng dan Hubungannya dengan Kesejahteraan Sosial di Lingkungan Baru. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 1(1), 492-499. https://doi.org/10.1038/m39rje36

Most read articles by the same author(s)