Keterlibatan Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Ekonomi: Analisis Kritis terhadap struktur patriarki dan kekuasaan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.1038/zwzyd002Keywords:
Perempuan, Patriarki, Proses Pengambilan Keputusan Ekonomi, Ketidaksetaraan GenderAbstract
Artikel ini menganalisis keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebagai indikator substantif keberdayaan perempuan. Meskipun partisipasi ekonomi perempuan menunjukkan peningkatan, berbagai kajian menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum secara konsisten dükuti oleh kewenangan perempuan dalam menentukan keputusan ekonomi, baik di tingkat rumah tangga maupun ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan kualitatif melalui sintesis kritis terhadap penelitian nasional dan internasional yang relevan dilakoakan dengan mengintegrasikan perspektif keberdayaan, relasi kuasa gender, serta konteks kebijakan pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterbatasan perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individual, melainkan dipengaruhi oleh struktur patriarki norma sosial yang melanggengkan dominasi laki laki, serta kebijakan pemberdayaan yang cenderung bersifat instrumental dan belum transformatif. Artikel ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak dapat direduksi pada peningkatan partisipasi kerja atau akses sumber daya semata, tetapi Analisis harus mencakup penguatan agensi dan transformasi relasi kuasa dalam proses pengambilan keputusan konami. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kajian gender dan pembangunan dengan menempatkan pengambilan keputusan sebagai indikator kunci keberdayaan perempuan.
Downloads
References
Beneria, L. (2003). Gender, development, and globalization: Economics as if all people mattered. New York: Routledge.
BPS. (2023). Indeks Pemberdayaan Gender Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik
Connell, R. W. (2005). Masculinities (2nded). Berkeley: University of Callufornia Press.
Cornwall, A., Harrison, E., & Whitehead. A. (2007). Gender myths and feminist fables: The struggle for interpretive power in gender and development. Oxford: Blackwell Publishing.
Creswell J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.
Duflo. E. (2012). Women empoerment and economic development. Journal of Economic Literature, 50(4).1051-1079. https://doi.org/10.1257/jel.50.4.1051
Fairchlough. N. (2013). Critical Discourse Analysis
Kabeer. N. (1999). Resources. agency, achievements: Reflections on the measurement of women's empoerment. Development and Change. 30(3).435-464. https://doi.org/10.1111/1467-7660.00125
Kabeer, N. (2016). Gender equality, economic growth, and women's agency: The "endless variety" and "monotonous similiarity of patriarchal constraints. Feminist Economics, 22(1), 295-321. https://doi.org/10.1080/13545701.2015.1090009
Mosse. D. (2014). Cultivating development: An ethnography of aid policy and practice. London: Pluto Press.
Nugroho, R. (2011). Gender dan strategi pengarusutamaannya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sen A. (1999). Development as freedom. New York Knopf
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif
Synder. H. (2019). Literature review as a research methodology journal of Management knowledge. British Journal of Management
Sidauruk. R. & Saptari. R. (2016). Gender, kerja dan kekuasaan dalam rumah tangga Jurnal Antropologi Indonesia, 37(2) 89-104
Tranfield. D. Denyer. D., & Smart. P. (2003). Towards a methodology
for developing evidence-Infomed management knowledge. British Journal of Management
World Bank, (2020). Women, bussiness and the law 2020. Washington, DC: World Bank.
World Economic, Forum. (2023). Global Gender Gap Reportv2023. Geneva: World Economic Forum.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kualitatif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Keagamaan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






