Implikasi Aktivitas Ekonomi Tradisional terhadap Kesejahteraan Sosial Keluarga Pedagang di Pasar Tolo, Kabupaten Jeneponto

Authors

  • Nurcahyani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.1038/3w6j2y36

Keywords:

Aktivitas Ekonomi Tradisional, Kesejahteraan Sosial, Keluarga Pedagang, Pasar Tradisional, Ekonomi Rakyat

Abstract

Aktivitas ekonomi tradisional di pasar rakyat memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, terutama untuk keluarga para pedagang kecil. Di Kabupaten Jeneponto, Pasar Tolo tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli kuda tradisional, tetapi juga menjadi sumber utama pendapatan bagi banyak pedagang lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas ekonomi tradisional terhadap kesejahteraan sosial keluarga pedagang di Pasar Tolo. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan pencarian dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan tradisional memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, adanya hubungan kuat antara patron dan klien serta nilai budaya siri' na pacce mendukung kemandirian ekonomi dan solidaritas sosial di antara para pedagang. Namun, tantangan seperti ketidakpastian pendapatan dan keterbatasan modal masih menjadi hambatan. Diperlukan dukungan kebijakan yang berkelanjutan dalam bentuk akses terhadap modal dan peningkatan fasilitas pasar untuk memastikan stabilitas ekonomi bagi para pedagang.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acciaioli, G. (2021). Pasar Bone dan Soppeng: Identitas ekonomi Bugis. Jurnal Antropologi Sulawesi, 12(3), 78-96.

Adi, R. (2023). Fenomenologi kesadaran diri pedagang tradisional. Jurnal Humaniora Ekonomi, 14(1), 45-62.

Ardiansyah, R. (2023). Negosiasi patron-klien pasar ternak Lombok. Jurnal Ekonomi Lokal NTB, 9(2), 45-63.

Arifin, R., dkk. (2023). Pengembangan rantai pasok ternak tradisional di Sulawesi Selatan. Jurnal Peternakan Berkelanjutan, 5(2), 45-62.

Bourdieu, P. (1986). Bentuk-bentuk Modal. Dalam J. G. Richardson (Ed.), Buku Pegangan Teori dan Penelitian untuk Sosiologi Pendidikan (hlm. 241-258). Pers Greenwood.

Budiarto, S. (2022). Intervensi lokakarya untuk otonomi pedagang pasar. Jurnal Pengembangan Komunitas, 11(2), 78-95.

Budiman, A., dkk. (2021). Mekanisme autoregulasi dalam pola pemasaran tradisional. Jurnal Ekonomi Regional Sulawesi, 9(2), 45-63.

Daeng, M. (2022). Pelestarian norma adat siri' na pacce dalam perdagangan hewan. Etnografi Bugis-Makassar, 12(1), 112-130.

Errington, F. (2024). Dinamika kekuasaan di pasar tradisional Sulawesi. Antropologi Ekonomi Indonesia, 16(1), 112-130.

Fitriani, R. (2023). Konflik norma tradisi dan dinamika harga pasar tradisional. Jurnal Ekonomi Budaya Sulawesi, 12(2), 89-107.

Hasanuddin, U. (2021). Rantai pasok kuda di pasar tradisional Jeneponto. Jurnal Ekonomi Lokal, 8(3), 78-95.

Hidayat, A., S Sari, N. (2020). Intervensi lapangan dalam pengelolaan pasar hewan tradisional. Jurnal Peternakan Terpadu, 8(4), 112-130.

Hikmatullah, M., S Nurdin, N. (2023). Prinsip kemandirian pedagang tradisional Sulawesi Selatan. Jurnal Antropologi Ekonomi, 14(2), 34-52.

Kabar Baik dari Indonesia. (2024, 8 Juni). Berkunjung ke Pasar Kuda Terbesar di Indonesia: Transaksi Bisa Capai Rp2 Miliar.

Kadir, A. (2020). Manajemen kesehatan ternak di Pasar Hewan Tolo. Laporan Dinas Peternakan Jeneponto.

Kompas.com. (2015, 29 Agustus). Serunya Transaksi Jual Beli Kuda di Pasar Kuda Tolo.

Kusuma, D., S Idris, M. (2022). Makna tradisi Bugis dalam aktivitas ekonomi Pasar Tolo. Etnografi Ekonomi Lokal, 10(1), 25-45.

Lubis, H. (2024). Digitalisasi negosiasi di pasar tradisional Sulawesi. Jurnal Inovasi Ekonomi, 15(1), 23-40.

Marcembo, Yayat. (2024). Julukan Kota Kuda: Dari Pasar Unik hingga Kuliner Khas Kuda Jeneponto. Kompasiana.

Mattulada. (2022). Kerangka ekonomi berbasis komunitas Bugis-Makassar. Etnografi Sulawesi, 9(1), 120-145.

Medcom.id. (2025, 10 November). Melihat Kemeriahan Pasar Kuda di Jeneponto [Video].

Miles, MB, S Huberman, AM (1994). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber yang Diperluas (edisi ke-2). Publikasi SAGE.

Nasir, M., S Rahman, S. (2022). Etos patron-klien dan kesejahteraan pedagang kuda. Jurnal Antropologi Ekonomi, 13(1), 78-95.

Nugroho, T., et al. (2022). Program multifaset untuk kepemilikan ontologis pedagang. Jurnal Ekonomi Reflektif, 13(4), 150-170.

Nurfadilah, S. (2022). Infrastruktur pasar hewan Kabupaten Jeneponto. Seminar Pengawas Peternakan Nasional, 3, 150-168.

Pelras, C. (2022). Norma siri' dalam antropologi masyarakat Tolo. Etnografi Bugis, 14(4), 90-110.

Pola Pemasaran Ternak Kuda di Pasar Hewan Tolo, Kabupaten Jeneponto. (2022). Academia.edu.

Rahman, A., S Saleh, M. (2023). Negosiasi patron-klien di Pasar Tolo Jeneponto. Jurnal Multidisiplin Inovatif, 7(4), 200-218.

Santoso, E. (2024). Modernisasi vs tradisi: Ketahanan identitas pedagang. Jurnal Sosiologi Pasar, 16(3), 102-120.

Setiawan, A. (2024). Replikabilitas model pasar tradisional berkelanjutan. Jurnal Strategi UMKM, 17(1), 30-48.

Siregar, H. (2023). Fenomenologi nilai ekonomi tradisional di pasar hewan. Jurnal Psikologi Sosial Ekonomi, 15(3), 120-140.

Susanto, B. (2021). Workshop penanganan ternak premium di pasar tradisional. Jurnal Peternakan Modern, 9(2), 88-105.

Syarif, I., dkk. (2024). Sistem kredit informal pedagang kuda Pasar Tolo. Repositori Universitas Negeri Makassar.

How to Cite

Implikasi Aktivitas Ekonomi Tradisional terhadap Kesejahteraan Sosial Keluarga Pedagang di Pasar Tolo, Kabupaten Jeneponto. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 1(1), 930-937. https://doi.org/10.1038/3w6j2y36