Adaptasi Dan Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Bima Di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.1038/c3mxkn43Keywords:
Komunikasi Lintas Budaya, Adaptasi BudayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi lintas budaya yang dialami oleh mahasiswa Bima di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa Bima dari berbagai jurusan. Wawancara dilakukan secara langsung (offline) dan tidak langsung (online) melalui media WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi lintas budaya mahasiswa Bima di lingkungan kampus multikultural menghadapi berbagai tantangan, terutama perbedaan bahasa, dialek, intonasi, serta gaya komunikasi masyarakat Makassar. Perbedaan tersebut pada awalnya menimbulkan perasaan antusias, canggung, hingga culture shock, khususnya dalam konteks komunikasi dan penyesuaian sosial. Bahasa menjadi hambatan utama, seperti perbedaan makna kata yang sama dan penggunaan kata bantu lokal yang belum dipahami oleh mahasiswa Bima. Namun demikian, mahasiswa Bima mampu mengembangkan strategi adaptasi komunikasi yang efektif, seperti mendengarkan secara aktif, bertanya dengan sopan, menyesuaikan pilihan kata dan intonasi, serta menjaga sikap dan bahasa tubuh agar tidak menyinggung lawan bicara. Selain itu, pemahaman dan kesadaran budaya berperan penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan kampus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi lintas budaya mahasiswa Bima dapat berjalan secara efektif apabila didukung oleh sikap terbuka, toleransi, kesadaran budaya, dan kemampuan adaptasi komunikasi yang berkelanjutan
Downloads
References
Bennett, M. J. (1993). Toward Ethnorelativism: A Developmental Model of Intercultural Sensitivity. In R. M. Paige (Ed.), Education for the Intercultural Experience. Yarmouth: Intercultural Press.
Devito, J. A. (2013). The Interpersonal Communication Book. Boston: Pearson.
Giles, H. (1973). Accent Mobility: A Model and Some Data. Anthropological Linguistics, 15(2), 87–105.
Gudykunst, W. B., & Kim, Y. Y. (2003). Communicating with Strangers: An Approach to Intercultural Communication. New York: McGraw-Hill.
Hall, E. T. (1976). Beyond Culture. New York: Anchor Books.
Hofstede, G. (2011). Cultures and Organizations: Software of the Mind. New York: McGraw-Hill.
Kim, Y. Y. (2001). Becoming Intercultural: An Integrative Theory of Communication and Cross-Cultural Adaptation. Thousand Oaks: Sage.
Liliweri, A. (2011). Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Oberg, K. (1960). Cultural Shock: Adjustment to New Cultural Environments. Practical Anthropology, 7, 177–182.
Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Communication Between Cultures. Boston: Wadsworth.
Spitzberg, B. H., & Cupach, W. R. (1984). Interpersonal Communication Competence. Beverly Hills: Sage.
Ting-Toomey, S. (1999). Communicating Across Cultures. New York: Guilford Press.
Ward, C., Bochner, S., & Furnham, A. (2001). The Psychology of Culture Shock. London: Routledge.
Wardhaugh, R. (2006). An Introduction to Sociolinguistics. Oxford: Blackwell Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Keagamaan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






