Filosofi Tradisi Patorani Dalam Membangun Resiliensi Diri
DOI:
https://doi.org/10.1038/framwm31Keywords:
Patorani, Kearifan Lokal, Resiliensi, Masyarakat Pesisir, Budaya MaritimAbstract
Penelitian ini mengkaji nilai filosofis tradisi Patorani dan kontribusinya terhadap resiliensi masyarakat pesisir di Kabupaten Takalar. Tradisi Patorani sebagai warisan budaya maritim merefleksikan hubungan manusia dengan laut, spiritualitas, dan solidaritas sosial. Metode yang digunakan ialah kajian pustaka melalui analisis konten terhadap literatur terkait budaya maritim, kearifan lokal, dan resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai siri’, warani, assamaturu’, gotong royong, serta spiritualitas dan kesadaran ekologis menjadi fondasi resiliensi psikologis, sosial, dan spiritual. Tradisi Patorani berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang memperkuat ketangguhan masyarakat pesisir.
Downloads
References
-
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Keagamaan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






