Integrasi Budaya Rimpu dalam Pendekatan Konseling Humanistik untuk Meningkatkan Kesadaran Diri dan Harga Diri Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.1038/z03p7478Keywords:
Rimpu, Konseling Humanistik, Harga Diri, Kesadaran DiriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi budaya Rimpu dalam pendekatan konseling humanistik sebagai upaya meningkatkan kesadaran diri dan harga diri perempuan Bima. Rimpu, sebagai simbol budaya yang sarat nilai kesopanan, kehormatan, dan identitas religius, merepresentasikan sarana ekspresi diri serta media komunikasi nonverbal perempuan dalam masyarakat Bima. Meski berakar pada tradisi Islam dan adat Mbojo, Rimpu memiliki dinamika makna yang terus berkembang seiring modernisasi, sehingga relevan untuk dikaji dalam konteks pemberdayaan psikologis perempuan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 untuk menyeleksi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan dari berbagai sumber ilmiah, termasuk artikel SINTA, jurnal antropologi, kajian sosial budaya, serta penelitian konseling humanistik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa nilai-nilai Rimpu seperti kesopanan, kemandirian, martabat diri, dan regulasi sosial selaras dengan prinsip inti konseling humanistik, khususnya penerimaan tanpa syarat, empati, dan aktualisasi diri. Integrasi Rimpu dalam konseling dapat berfungsi sebagai media refleksi diri yang membantu perempuan memahami identitas kultural dan spiritualnya secara lebih mendalam, sekaligus meningkatkan harga diri melalui internalisasi nilai budaya yang bermakna. Penelitian juga menegaskan bahwa pendekatan ini berpotensi menjadi model konseling berbasis kearifan lokal yang efektif, karena memberikan ruang bagi perempuan untuk memaknai tradisi secara lebih personal dan humanistik. Dengan demikian, Rimpu dapat berperan sebagai medium psikologis yang relevan dalam proses konseling dan pemberdayaan perempuan di era modern
Downloads
References
Arinda, F. P., Hertinjung, W. S., & Syakarna, N. F. R. (2023). Humanistic Counseling as a Strategy for Overcoming Low Self- Esteem in Asthmatic Patients. Humanistic Counseling as a Strategy For Overcoming Low Self-Esteem in Asthmatic Patients, 1(2), 73–84.
Arwitasari, Halimatuzzahro, & Hayati, W. (2023). TEACHING ISLAM THROUGH CULTURAL SYMBOL : EDUCATIONAL VALUES OF RIMPU IN BIMA WEST NUSA TENGGARA Arwitasari Halimatuzzahro Wirna Hayati School , as an educ Rimpu is the traditional daily clothing of the Rimpu people ( especially women ) to cover the aurat. eL-Tarwabi, 16(2), 269–286.
Barbara, L. (2009). Systematic Reviews.
Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic Approaches to a Successful Literature Review.
Borisova, I. Z. (2025). Traditional Clothing as an Indicator of Self- Identification and a Factor of Cultural Preservation in the Context of Industrial Development of Ancestral Lands ( Using the Example of the Evenki of Syuldukar ) Традиционная одежда как индикатор самоидентиф. Jourlnal of Siberian Federal University & Social Sciences, 18(5), 1051–1071.
Fatmawati, E. (2021). Strategies to Grow a Proud Attitude Towards Indonesian Cultural Diversity. Linguistics and Cultural, 5(August), 810–820.
Fitriana, A., & Suharno. (2019). Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya |. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 02(2007), 211–217.
Hairunisah, H., Ilmiawan, I., Afandi, A., & Herianto, A. (2023). Differences between Rimpu Mpida and Rimpu Colo in their uses for Mbojo women in Bima Regency , Nusa Tenggara Barat , Indonesia. Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 21(2), 297–316. https://doi.org/10.24090/ibda.v21i2.8430
Hairunnisa, Ishomuddin, & Kamaludin, M. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Budaya Rimpu di Kabupaten Bima. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 4(November), 342–353. https://doi.org/10.22373/jsai.v4i3.3310
Hamzah, S. (2025). Rimpu Simbol Kearifan Lokal dan Pelestarian Budaya Bima di Era Modern. JAWI, 08(April), 37–46.
Hidayat, I., & Rusyada, G. N. (2024). Irfan Hidayat 1) , Gozin Najah Rusyada 2). Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(2), 219–228.
Kusuma, Wijaya, D., Sari, N. K., & Wahid, A. (2024). Image : Jurnal Riset Manajemen Management Analysis : Community Empowerment Based on Local Wisdom. Jurnal Riset Manajemen, 12(2), 317–332.
Liu, Y. (2024). The Impact of Cultural Industries on Society : Identity , Community , and Diversity Molding Personal Identity : The Role of Cultural Industries (Nomor Hacid 2024). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-281-1
Nenohai, J. N. D. k., & Hakim, F. N. R. (2024). Hijab and the Hegemony of Piety : Politization of Women ’ s Identity in Indonesia ∗. Jurnal Sosiologi Walisongo, 8(2), 213–228. https://doi.org/10.21580/jsw.2024.8.2.20317
Nikadambaeva, K., Klicheva, K., & Klicheva, G. (2021). The Concept of Self - Actualization in the 21 st Century. PSYCHOLOGY AND EDUCATION An Interdisciplinary Journal, 58(2), 304–308.
Purnamawati, Ayu, I. G., & Adi, Y. G. (2020). Women ’ s Empowerment Management Models For Local Economic Development. Journal of Management and Bussines, 3(1), 1–12.
Rahmi. (2022). MAKNA RIMPU SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI NONVERBAL. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 9(1), 69–79.
Rosdiana. (2025). JPK : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan JPK : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 02(03), 84–91.
Sasanti, N. S., & Milanguni, A. H. (2024). KIMONO DAN KEBAYA PAKAIAN ADAT WANITA JEPANG DAN JAWA. JURNAL BAHASA, SENI, DAN PENGAJARAN, 19(01), 11–21.
Yunus, Amrin, Sugiyarto, & Supriyanto. (2024). l Insaniyat. Journal of islami and Humanities, 8(2), 159–170.






