Nilai-nilai Luhur Tradisi Angngaru Tubarania Sebagai Sumber Penguatan Karakter Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di Kabupaten Gowa
DOI:
https://doi.org/10.1038/rdxgwq08Kata Kunci:
Nilai-nilai Luhur, Tradisi Angngaru Tubarania, Layanan Bimbingan dan KonselingAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin melemahnya nilai-nilai budaya lokal akibat derasnya pengaruh globalisasi, terutama dalam upaya pembentukan karakter peserta didik. Tradisi Angngaru Tubarania yang berkembang di Kabupaten Gowa sesungguhnya memuat berbagai nilai luhur yang berpotensi besar untuk dijadikan sumber penguatan karakter dalam layanan bimbingan dan konseling (BK), namun pemanfaatannya hingga kini masih belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Angngaru Tubarania serta menelaah relevansinya sebagai dasar penguatan karakter melalui layanan BK. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah beragam sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan tradisi Angngaru, pendidikan karakter, serta konseling berbasis budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Angngaru Tubarania mengandung nilai-nilai kesetiaan, keberanian, kejujuran, tanggung jawab, kehormatan, dan integritas moral yang sejalan dengan tujuan dan prinsip layanan bimbingan dan konseling. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk diintegrasikan ke dalam layanan dasar, layanan responsif, serta perencanaan individual guna memperkuat jati diri, sikap moral, dan perilaku positif peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai Angngaru Tubarania dalam layanan bimbingan dan konseling dapat menjadi strategi yang efektif untuk membangun karakter peserta didik sekaligus menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal secara kontekstual dan berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Adawiah, R. (2023). Cultural Capacity of Polewali Mandar Youths : A Case Study on Language and Art Performance. 6(1), 77–84.
Akbar, A. (2023). Kemaritiman Pelaut Mandar dalam Kalindaqdaq(Analisis Trikotomi Semiotika). Hamid 2021, 915–922. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i3.1147
Aulia, S., Alam, M. S., & Junaid, A. (2024). SEIKO : Journal of Management & Business Literatur Pencegahan Fraud : Nilai Edukasi Kalindaqdaq dalam Membangun Konsep Diri Pada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) di Kabupaten Majene. 7(1), 653–669.
Budiyono, A. L., Kristiyorini, Y., Bariyyah, K., & Maizura, N. (2024). Nilai- Nilai Puisi “ Madura Akulah Darahmu ” dalam Kajian Konseling Indigenous Masyarakat Pendalungan. 8(1).
Hasan, Haryeni, M. (2022). Kalindaqdaq Sebagai Karya Sastra Warisan Suku Mandar. 1(4).
Irmayani, N., Futri, S. N., Chuduriah, & Sahabuddin. (2023). Peqguruang: Conference Series. 5.
Khoirina, N. (2018). Pentingnya pemahaman nilai-nilai budaya lokal dalam Pendekatan Konseling Humanistik. Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling), 2(1), 260–268.
Mahdalena, Nuraeni, & Bahariah. (2022). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Syair Kalindaqdaq di Sulawesi Barat. 20(2), 167–175.
Marliana, R., & Fachruddin, A. (2020). A Descriptive Qualitative Research: Islamic Values in Mandarese Oral Literature (Kalindaqdaq Masaala). 3(4), 582–589.
Muslimin, A. S., Wati, F. W., Pendidikan, P., Fakultas, S., & Sosial, I. (2024). Eksistensi Tradisi Kalindaqdaq : Studi Nilai Kearifan Lokal pada. 22(1), 69–84.
Prasasti, S. (2020). Konseling Indigenous: Menggali Nilai–Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi dalam Budaya Jawa. Cendekia: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 14(2), 110–123. https://doi.org/10.30957/cendekia.v14i2.626
Rahmawati. (2021). Kalindaqdaq in the tradition of " Sayyang Pattudu " in Polewali Mandar Regency ( Study of Islamic Values ). 417–422.
Rifani, E., Artika, M. Y., Kunwijaya, I., & Hani, H. Y. (2024). Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Indonesian Adaptation of the Multicultural School Counseling Behavior Scale Indonesian Adaptation of the Multicultural School Counseling Behavior Scale. 6(3). https://doi.org/10.17977/um001v6i32021p132-140
Risdayah, E., Paryati, P., Fitri, S. A., Rustandi, R., & Aisyah, S. (2025). Jurnal Ilmu Dakwah Cross- cultural da ’ wah : Internalization of hadith in the oral traditions of Urang Sunda. 105.
Samad, S. A. A., & Kiraman, K. (2021). KALINDAQDAQ TRADITION OF MANDAR COMMUNITY IN WEST SULAWESI : ISLAMIC EDUCATION STUDY BASED ON LOCAL. 23(2), 289–310.
Simatupang, A. F., Tampake, T., & Supratikno, A. (2024). Perayaan Bona Taon sebagai Upaya Dekolonisasi Konseling di Komunitas Masyarakat Batak Toba di Kota Salatiga. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(3), 219–230. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i3.84824
Simatupang, C., Purba, A. S., & Siringo-Ringo, E. G. (2024). 54.+Analisis+Peran+Tradisi+Lisan+Dalam+Melestarikan. Jiic: Jurnal Intelek Insan Cendikia, Vol : 1 No: 4, 681–685.
Syarifuddin Jurdi, & Andi Amiruddin. (2025). ANALISIS PERAN TRADISI LISAN DALAM PELESTARIAN IDENTITAS BUDAYA LOKAL: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT ADAT DI INDONESIA. Journal Central Publisher, 2(3), 1692–1698. https://doi.org/10.60145/jcp.v2i3.355
Widayati, T. L. (2024). PESAN MORAL RELIGI DALAM PUISI MANDAR KALINDAQDAQ MASAALA : ANALISIS SEMANTIK. 14(1), 344–359.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Agama)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






