Tradisi  Badik dan Pembentukan Rasa Percaya Diri pada Generasi Muda

Penulis

  • Supriadi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Penulis

DOI:

https://doi.org/10.1038/4avepc88

Kata Kunci:

Pewarisan Badik, Kepercayaan Diri, Generasi Muda, Nilai budaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana tradisi pewarisan badik di Gowa membantu meningkatkan kepercayaan diri generasi muda dengan menggunakan metode kajian pustaka. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pewarisan badik bukan sekadar tentang menyerahkan warisan budaya, tetapi juga mengenai proses penanaman nilai-nilai seperti kedewasaan, tanggung jawab, keberanian, dan kehormatan keluarga. Penerimaan badik oleh generasi muda berfungsi sebagai tanda kesiapan mental dan pemahaman identitas pribadi yang berdampak positif pada peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan sosial. Dengan demikian, tradisi pewarisan badik memberikan dampak yang penting pada pembentukan karakter dan pelestarian budaya setempat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdul Basit, Gusril Kenedi, Afnibar, U. (2023). Konseling Lintas Budaya. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6, 5–24.

Aisya, Siti. (2023a). Tradisi Mappadendang pada Masyarakat Desa Mattabulu Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Universitas Islam Negri Alauddin Makassar.

Aisya, St. (2023b). Tradisi Mappadendang pada Masyarakat Desa Mattabulu Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. 2(4), 31–41.

Aryanto, E. (2024). Literatur Study: The Influence of Culture in The Effectiveness of Cross-Cultural Counseling. 2(1), 8–10.

Bambang Subahri, H. U. (2025). Konseling Kultural: Studi Kiai Pandalungan sebagai Cultural Broker. Jurnal Penyuluhan Agama, 12. https://doi.org/10.15408/0vb83g29

Burhan, F. (2022). NILAI PENDIDIKAN DALAM ASPEK MUSIKAL PADA TRADISI MAPPADENDANG DI DESA BAKKE KECAMATAN GANRA KABUPATEN SOPPENG.

Fera Nur Ainun Saputri, Hariratul Jannah, A. (2023). The Soppeng District Society Point of View Towards Mappadendang Tradition. Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa (KIMA), 2(1), 68–73.

Funay, Y. E. N. (2020). Indonesia dalam Pusaran Masa Pandemi: Strategi Solidaritas Sosial Berbasis Nilai Tradisi Lokal. 107–120. https://doi.org/10.22373/jsai.v1i2.509

Gani, I. (2019). Konseling Multikultular Dalam Penanganan Konflik Mahasiswa. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 6(2), 109–123.

Gustiana, G., Najamuddin, N., & Jumadi, J. (2019). Tradisi Adat Mappadendang Pationgi Patimpeng 1983- 2016. Jurnal Pattingalloang, 6(1), 43. https://doi.org/10.26858/pattingalloang.v6i1.10779

Gustiana, Najamuddin, J. (2016). Tradisi Adat Mappadendang Di Desa Pationgi Kecamatan Patimpeng 1983- 2016. 18.

Inayah, P., Habsy, Baharudin, A., & Khusumadewi, A. (2025). Hakikat Konseling Multibudaya, Pengertian Budaya, dan Kebudayaan. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(3), 373.

Jumria, Kiljamilawati, & Jamil, Muh. J. (2024). Pandangan Hukum Islam Dan Hukum Adat Terhadap Tradisi Mappadendang Pada Masyarakat Suku Bugis. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.24252/qadauna.v6i1.46935

Karmila, S. (2021). Tradisi Mappadendang Masyarakat Bugis di Lapalopo dalam Perspektif Pendidikan Islam (Vol. 4, Issue 1).

Maslina Daulay, Neviyarni Suhaili, F. F. (2025). Integrasi Sistem Nilai Budaya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatka Kesejahteraan Peserta Didik. Jurnal Bimbingan Konseling, 11. https://doi.org/10.22373/je.v11i1.27384

Mayangsari Imelda Arief, L. Y. (n.d.). GOTONG ROYONG SEBAGAI BUDAYA BANGSA INDONESIA DITINJAU DARI TEORI NILAI (BASIC HUMAN VALUES THEORY) PENDAHULUAN Budaya adalah hal yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pada pidato sambutan pembukaan Festival Keraton dan Masyarakat. Jurnal Cahaya Mandalika, 490–497.

Mimhamimdala, F., Firman, F., & Mohammed Sidik, M. S. Bin. (2024). INDEGENOUS COUNSELING BERBASIS KEBERMAKNAAN HIDUP DALAM MASYARAKAT MINANGKABAU SEBAGAI BENTUK TRANSMISI BUDAYA. Ristekdik : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1), 133. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2024.v9i1.133-139

Nilda Mujahidah, M. (2022). Peran Serta Masyarakat dalam Melestarikan Tradisi Mappadendang dalam Tinjauan Geografi Budaya. 20(2), 366–377.

Palisa Aulia Dewanti, Usman Alhudawi, H. (2023). Gotong Royong Dalam Memperkuat Partisipasi Warga Negara (Civic Participation). 2(1), 15–22. https://doi.org/10.30596/jcositte.v1i1.xxxx

Puspitasari Rakhmat, & Jeanny Maria Fatimah. (2016). Makna Pesan Simbolik NonVerbal Tradisi Mappadendang Di Kabupaten Pinrang. Komunikasi KAREBA, 5(2), 1–18.

Putri, A. K., Salsabila, A., & Prabayunita, A. (2023). MEMUDARNYA NILAI-NILAI GOTONG ROYONG PADA ERA. 2(3), 96–103.

Rahayu, W. N., Simanjuntak, N. M., Haerussaleh, H., & Nurfaika, A. G. (2024). Elaborasi Sosiosemiotik Tradisi Mappadendang di Desa Paccing Provinsi Sulawesi Selatan. Kode: Jurnal Bahasa, 13(1), 208–219. https://doi.org/10.24114/kjb.v13i1.57006

Rahman, A. (2022). Mappadendang: Ekspresi Rasa Syukur Oleh Masyarakat Petani di Atakka Kabupaten Soppeng. 2(4).

Wintari, R. A. (2024). Pendidikan Moderasi Beragama Bagi Generasi Z Sebagai Upaya Antisipasi? Lone Wolf Terrorism? (p. 146).

Wiwiyanti. (2021). BUDAYA MAPPADENDANG DALAM PERSPEKTIF NILAI-NILAI PENDIDIKAN (STUDI KASUS PADA SUKU BUGIS PATTINJO DI DUSUN WARU KEC. DUAMPANUA KAB. PINDRANG. Institut Agama Islam Negri (IAIN) Parepare.

Yusrianti, Jazuli, M., & Sumaryanto, T. F. (2019). The Aesthetics of Padendang Dance at Mappadendang Traditional Ceremony of Bugis Society in Soppeng Regency. Catharsis: Journal of Arts Education, 8 (1), 113–119.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-12

Cara Mengutip

Tradisi  Badik dan Pembentukan Rasa Percaya Diri pada Generasi Muda. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Agama), 1(1), 342-352. https://doi.org/10.1038/4avepc88