Pengaruh Pengalaman Menerima Silent Treatment terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Gen Z
Kata Kunci:
Silent Treatment, Psycological Well-Being, Kesehatan Mental, Generasi ZAbstrak
Kesehatan mental mahasiswa Generasi Z menjadi salah satu isu yang semakin mendapat perhatian karena dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial, salah satunya pengalaman menerima silent treatment. Silent treatment merupakan bentuk pengabaian komunikasi yang dapat mengancam kebutuhan psikologis individu dan berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman menerima silent treatment terhadap psychological well-being mahasiswa Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Generasi Z di Kota Makassar dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel silent treatment berada pada kategori sedang, sedangkan psychological well-being berada pada kategori relatif baik. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa silent treatment tidak berpengaruh secara signifikan terhadap psychological well-being mahasiswa Generasi Z (p = 0,475 > 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,023. Temuan tersebut menunjukkan bahwa silent treatment hanya menjelaskan 2,3% variasi psychological well-being, sedangkan 97,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kesejahteraan psikologis mahasiswa merupakan konstruk multidimensional yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti dukungan sosial, resiliensi, strategi koping, dan karakteristik individu.
Unduhan
Referensi
Agarwal, Shilpi, dan Nidhi Prakash. 2022. “When silence speaks exploring reasons of silent treatment from perspective of source.” International Journal of Trend in Scientific Research and Development 6(3):2456–6470. https://www.scribd.com/document/584223524/When-Silence-Speaks-Exploring-Reasons-of-Silent-Treatment-from-Perspective-of-Source
Assegaf, Safira, dan Situ Asih. 2025. “Perlakuan Diam: Komunikasi Yang Menyakitkan Tanpa Sepatah Kata Silent Treatment: A Painful Communication Without A Single Word.” Jurnal Penelitian Psikologi 12(03):1114–25. doi: https://doi.org/10.26740.cjpp.1114-1125.
Chen, Fang, Jinhong Wang, Heng Gao, Yadi Zeng, Ziwei Li, dan Hongyu Zou. 2024. “The relationship between ostracism and negative risk-taking behavior: the role of ego depletion and physical exercise.” Frontiers in Psychology 1(2). doi: 10.3389/fpsyg.2024.1332351.
Down, Scroll, T. O. Read, dan This Article. 2026. “Resilience and Peer Social Support as Predictors of Students’ Psychological Well -Being during the War in Ukraine.” International Journal of Counseling and Psychotherapy 3(1). doi: 10.64420/ijcp.v3i1.
Homoroc, Catherine, Maria Erika Lauta, dan Livien Ciabal. 2022. “Emotional Abuse and Psychological Well-Being of College Students.” International Review of Social Sciences Research 2(3). doi: 10.53378/352924.
Legate, Nicole, Netta Weinstein, dan Richard Ryan. 2024. “Ostracism in Real Life: Evidence that Ostracizing Others has Costs, Even When it Feels Justified.” Basic and Applied Social Psychology 2:306–12. doi: https://doi.org/10.1080/01973533.2021.1927038.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Agama)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






