Peran Pekerja Sosial dalam Pendampingan Lansia Terlantar sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Kualitas Hidup Lansia

Penulis

  • St. Miftahul Jannah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Penulis

DOI:

https://doi.org/10.1038/1e78mn55

Kata Kunci:

Pekerja Sosial, Pendampingan Sosial, Lansia Terlantar, Kesejahteraan Sosial, Kualitas Hidup

Abstrak

Lansia terlantar merupakan kelompok rentan yang menghadapi permasalahan kesejahteraan sosial secara multidimensional, meliputi aspek ekonomi, sosial, kesehatan, dan psikososial. Kondisi keterlantaran lansia tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan individu, tetapi juga oleh melemahnya fungsi keluarga, terbatasnya jaringan dukungan sosial, serta belum optimalnya sistem perlindungan sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pekerja sosial dalam pendampingan lansia terlantar sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan kualitas hidup lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial memiliki peran strategis sebagai fasilitator, pendamping, mediator, dan advokator dalam pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan psikososial, serta pemenuhan hak-hak lansia terlantar. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan akses lansia terhadap layanan sosial dan kesehatan, memperkuat dukungan sosial, serta meningkatkan rasa aman dan harga diri lansia. Namun demikian, pelaksanaan pendampingan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan sumber daya, jumlah pekerja sosial yang belum sebanding dengan kebutuhan, serta minimnya koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pekerja sosial, integrasi layanan, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pendampingan lansia terlantar dalam sistem kesejahteraan sosial.

 

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Kementerian Sosial RI. (2020). Profil lansia di Indonesia. Jakarta: Kemensos RI. Midgley, J. (2010). Social development: Theory and practice. Sage Publications.

Payne, M. (2014). Modern social work theory (4th ed.). Palgrave Macmillan.

Sari, N., & Anwar, M. (2020). Peran pekerja sosial dalam meningkatkan kesejahteraan psikososial lansia. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 15(2), 101–112.

Wijaya, A., Rahman, F., & Lestari, D. (2019). Kualitas hidup lansia terlantar dan peran layanan sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1), 45–56.

WHOQOL Group. (1995). The World Health Organization quality of life assessment (WHOQOL): Position paper. Social Science & Medicine, 41(10), 1403–1409.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage Publications.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2019). Strategi nasional kesejahteraan lanjut usia. Jakarta: Bappenas.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan lanjut usia di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Pedoman penyelenggaraan kesejahteraan sosial lanjut usia. Jakarta: Kementerian Sosial RI.

United Nations Development Programme (UNDP). (2016). Human development report: Human development for everyone. New York: UNDP.

United Nations Population Fund (UNFPA). (2017). Ageing in the twenty-first century: A celebration and a challenge. New York: UNFPA.

World Bank. (2018). Social protection and labor: Toward universal social protection. Washington, DC: World Bank.

World Health Organization (WHO). (2015). World report on ageing and health. Geneva: WHO.

Amalia, R. (2019). Kesejahteraan Sosial Lansia dalam Perspektif Pekerjaan Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.

Hidayat, A. (2018). Kesehatan Lansia dan Permasalahannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kusuma, D. R. (2019). Psikologi Penuaan dan Kesehatan Mental Lansia. Bandung: Alfabeta.

Putri, N. A. (2020). Akses dan Pemanfaatan Layanan Kesehatan bagi Lansia. Jakarta: Kencana.

Rahmawati, S. (2020). Dukungan Sosial dan Kualitas Hidup Lansia. Malang: UB Press.

Santoso, B. (2018). Masalah Sosial dan Kesejahteraan Lansia. Jakarta: Bumi Aksara.

Sari, M. (2021). Kesehatan Mental Lansia dalam Konteks Sosial. Yogyakarta: Deepublish.

Wibowo, A. (2017). Psikologi Sosial Lansia. Surabaya: Airlangga University Press.

Andayani, N., & Nugroho, H. (2023). Peran pekerja sosial dalam pendampingan lansia terlantar sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 12(2), 45– 56.

Courtin, E., & Knapp, M. (2017). Social isolation, loneliness and health in old age: A scoping review. Health & Social Care in the Community, 25(3), 799–812. https://doi.org/10.1111/hsc.12311

Putri, D., & Santoso, B. (2023). Pendampingan pekerja sosial dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikososial lansia terlantar. International Journal of Health Development, 15(1), 22–31.

Rahmawati, S., & Wibowo, T. (2022). Pendampingan sosial dan akses layanan kesehatan bagi lansia terlantar. Jurnal Kesehatan Terpadu, 10(3), 110–121.

Amalia, R. (2020). Advokasi dan Praktik Pekerjaan Sosial. Jakarta: Kencana.

Fadilah, N. (2020). Pelayanan Sosial dan Perlindungan Kelompok Rentan. Jakarta: Rajawali Pers.

Handayani, T. (2021). Pendampingan Sosial Berbasis Keluarga dan Komunitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hartono, B. (2021). Mediasi Sosial dalam Pekerjaan Sosial. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Kurniawan, A. (2019). Manajemen Kasus dalam Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Prasetyo, D. (2018). Intervensi Sosial bagi Kelompok Rentan. Malang: Universitas Negeri Malang Press.

Rahayu, S. (2019). Advokasi Sosial dan Kebijakan Kesejahteraan. Jakarta: Kencana.

Sari, M. (2021). Sistem Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Indonesia. Jakarta: Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Suharto, E. (2020). Pekerjaan Sosial dan Kesejahteraan Sosial. Bandung: Alfabeta.

Wijaya, A. (2022). Koordinasi Lintas Sektor dalam Pelayanan Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Nugroho, A. (2022). Pendampingan sosial sebagai upaya mengurangi isolasi sosial pada lansia terlantar. Jakarta: Pusat Kajian Kesejahteraan Sosial.

Pratama, R. (2023). Peran pekerja sosial dalam meningkatkan kesejahteraan psikososial lansia terlantar. Bandung: Alfabeta.

Sari, D. (2024). Pendampingan pekerja sosial dan akses layanan kesejahteraan bagi lansia terlantar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haryanto. (2019). Kebijakan Kesejahteraan Sosial bagi Lanjut Usia. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Ningsih, R. (2019). Lansia dan Stigma Sosial dalam Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Prasetyo, B. (2021). Pelayanan Sosial Terpadu dan Koordinasi Lintas Sektor. Bandung: Alfabeta.

Rahman, A. (2018). Manajemen Kasus dalam Praktik Pekerjaan Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.

Santoso, T. (2020). Pekerjaan Sosial dengan Lanjut Usia: Teori dan Praktik Pendampingan. Jakarta: Bumi Aksara.

Yuliana, D. (2020). Pembiayaan Program Kesejahteraan Sosial. Malang: Intrans Publishing.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan dan Perlindungan Lanjut Usia. Jakarta: Kemensos RI.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Peran Pekerja Sosial dalam Pendampingan Lansia Terlantar sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Kualitas Hidup Lansia. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Agama), 2(01), 198-208. https://doi.org/10.1038/1e78mn55