Mengurai Proses Adaptasi Kultural Mahasiswa Kendari Dalam Merespon Perbedaan Budaya di Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.1038/430p3b63Kata Kunci:
Adaptasi kultural, Mahasiswa Kendari, Perbedaan budaya, Kesejahteraan SosialAbstrak
Perpindahan mahasiswa dari Kendari ke Kota Makassar dalam rangka menempuh pendidikan tinggi menghadirkan dinamika adaptasi kultural yang berkaitan erat dengan kondisi kesejahteraan sosial mahasiswa perantau. Perbedaan nilai, norma, gaya komunikasi, serta kebiasaan sosial antara budaya Kendari dan Makassar menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang baru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses adaptasi kultural mahasiswa asal Kendari dalam merespons perbedaan budaya di Kota Makassar dari perspektif kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengisian kuesioner daring, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Kendari yang sedang menempuh studi di Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi berlangsung secara bertahap, dimulai dari pengalaman culture shock, penyesuaian sosial, hingga terbentuknya kemampuan berinteraksi secara lebih terbuka dengan lingkungan sekitar. Faktor-faktor yang memengaruhi proses adaptasi meliputi keterbukaan individu, motivasi pribadi, dukungan teman sebaya, serta penerimaan dari lingkungan sosial. Dari perspektif kesejahteraan sosial, adaptasi kultural tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penyesuaian diri, tetapi juga berperan dalam menjaga kesejahteraan psikososial mahasiswa perantau agar mampu berfungsi secara sosial dalam kehidupan kampus yang multikultural.
Unduhan
Referensi
Asep, K. (2016). Adaptasi sosial mahasiswa rantau terhadap budaya baru. Jurnal Edukasi, 3(2), 45–53.
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Herawati, N. R. (2011). Adaptasi mahasiswa perantauan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Jurnal Psikologi Undip, 9(2), 97–104.
Isnaini, U. (2019). Pengaruh perbedaan budaya terhadap penyesuaian sosial mahasiswa perantau. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1), 15–22.
Kim, Y. Y. (2001). Becoming intercultural: An integrative theory of communication and cross-cultural adaptation. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Maemunah, S. (2016). Strategi coping mahasiswa pendatang dalam menghadapi culture shock. Jurnal Konseling Religi, 7(2), 57–65.
Martin, J. N., & Nakayama, T. K. (2017). Intercultural communication in contexts (7th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Murniati. (2015). Komunikasi antarbudaya dalam kehidupan mahasiswa multietnis. Jurnal Komunikasi Islam, 5(1), 23–30.
Oberg, K. (1960). Culture shock: Adjustment to new cultural environments. Practical Anthropology, 7, 177–182. (disitasi melalui Kim, 2001)
Rahmat, J. (2011). Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yani, F. (2021). Culture shock pada mahasiswa perantau dalam menghadapi perbedaan budaya lokal. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2), 145–154.
Yani, F. (2021). Pengalaman culture shock mahasiswa asal Papua di Kota Makassar. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 101–112.
Zastrow, C. (2017). Introduction to social work and social welfare: Empowering people (12th ed.). Boston: Cengage Learning.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Agama)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






