Makna Simbolik Dalam Tradisi Sayyang Pattu’du Sebagai Ritual Perayaan Khatam Al-Qur’an Pada Masyarakat Mandar Kab. Polewali Mandar (Sulbar)
DOI:
https://doi.org/10.1038/h2vg8x18Kata Kunci:
Makna Simbolik, Tradisi Sayang Pattu'du, Ritual Khatam Al-QuranAbstrak
Tradisi Sayyang Pattu’du merupakan ritual perayaan khatam Al-Qur’an yang tetap bertahan di tengah modernisasi dan menjadi simbol penting identitas budaya serta religiusitas masyarakat Mandar. Tradisi ini bukan sekadar prosesi arak-arakan anak penunggang kuda hias, melainkan medium simbolik yang memadukan nilai spiritual, sosial, dan estetika. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam setiap elemen tradisi, serta menjelaskan peran ritual tersebut dalam memperkuat kohesi sosial dan identitas keagamaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan menganalisis sumber primer dan sekunder terkait budaya Mandar, simbolisme ritual, dan khataman Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyang Pattu’du merepresentasikan transisi spiritual anak menuju kedewasaan religius melalui simbol kuda menari, arak-arakan, musik gandrang, dan busana adat. Tradisi ini juga menjadi ekspresi syukur kolektif, bentuk penghormatan sosial, serta media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Selain itu, partisipasi masyarakat dan pewarisan vertikal membuat tradisi ini tetap relevan di tengah dinamika sosial.
Unduhan
Referensi
Alama, S. A. (2025). Vertical Inheritance System of Sayyang Pattu ’ du ’ Performance in the Mandar Community. 2(1), 191–200.
Arifin, I. (2023). EKSISTENSI TRADISI SAYYANG PATTUDU ATAU KUDA MENARI PADA SUKU MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT. 1, 43–50.
Carrera-rivera, A., Ochoa, W., Larrinaga, F., & Lasa, G. (2022). MethodsX How-to conduct a systematic literature review : A quick guide for computer science research ✩. MethodsX, 9, 101895. https://doi.org/10.1016/j.mex.2022.101895
Darman, Sampara palili, S. M. (2025). InkulturasiTradisi Sayyang Pattu’duPada Proses Khataman Al-Qur’an Masyarakat Desa Bunga-Bunga Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. 6(1), 105–117.
Falah, B., Islam, U., Sunan, N., & Yogyakarta, K. (2025). Acculturation of islam and culture in indonesia. 1(October 2024), 62–73.
Irmayanti, & ita rodiah. (2024). Cultural Heritage and Islamic Values in the Sayyang Pattu ’ du Tradition by the Mandar Ethnic Group. 06(1), 25–38. https://doi.org/10.56593/khuluqiyya.v6i1.133
Junaedi. (n.d.). 20105010087_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf.
Khairani, L. (2025). Volume 22 Nomor 1 2025 The Symbolic Communication of Kenduri : Ritual Adaptation , Identity Formation , and Social Cohesion in Javanese Diaspora Communities. 22, 27–42.
Luthfiah, Sonni, alem febri, & Saeni, R. (2024). Interpretation of Sayyang Pattuqduq Cultural Symbols of Mandar People in Majene Regency West Sulawesi. 8(2), 154–171. https://doi.org/10.30762/mediakita.v8i2.2446
Mudfainna, AbdulHalik, H. N. (2023a). Jurnal berita sosial. VIII, 107–117.
Mudfainna, AbdulHalik, H. N. (2023b). Partisipasi Masyarakat Dalam Melestarikan Tradisi Sayyang Pattudu di Desa Sidorejo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Berita Sosial, VIII(2), 98.
Musyarif, Ahdar, M. (2020). ACCULTURATION OF ISLAMIC CULTURE AND SAYYANG PATTU ’ DU AT .
Niman, E. M. (2025). The Intersection of Belief , Culture , and Social Life : A Case Study of Indonesian Ritual. 9(3), 782–799.
Qiyam, J. Al. (2025). Jurnal Al – Qiyam. 6(1), 105–117.
Rahma, S. K., Lies, U., Khadijah, S., & Anwar, R. K. (2025). Global Research Trends and Developments on Intangible Cultural Heritage : A Bibliometric Study. 13(1), 1–13. https://doi.org/10.24252/v13i1a1
Rahmawati. (2021). Kalindaqdaq in the tradition of " Sayyang Pattudu " in Polewali Mandar Regency ( Study of Islamic Values ). 417–422.
Ruhiyat, R. (2017). Tradisi Sayyang Pattu’du di Mandar (Studi Kasus Desa Lapeo). Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 13(1), 1. https://doi.org/10.23971/jsam.v13i1.582
Rusli, A., Eri, D., Ikhlas, M., & Yulianto, M. F. (2022). Tradisi Sayyang Pattu ’ du Sebagai Budaya Leluhur Mandar di Dusun Kanusuang. 2(1).
SARTIKA, D. (2024). ANALISIS ETIKA SOSIAL DALAM TRADISI SAYYANG PATTU’DU DI MASYARAKAT POLEWALI MANDAR (Studi Living Qur’an).
Sumitro, S., & Firmansyah, A. (2024). Social Solidarity in the Tradition of Mutual Cooperation : Indonesia ’ s Cultural Heritage. 2(2).
Syam, S. (2024). Trend Mapping of Traditional Ceremonial Studies : Systematic Literature Review. 04(02), 690–701.
Taçain, J. (2025). TheJournalofAcademicScience The Intersection of Cultural Diversity and Globalization : Challenges for Indigenous Practices. 2(10), 2265–2272.
Tamaruddin, A. (2023). Identitas Budaya Tradisi Mesawe ’ Sayyang Pattu ’ du Suku Mandar Dalam Perspektif Hukum Islam. 2, 81–92.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Agama)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






