Tradisi Assunna' Sebagai Warisan Budaya dan Tanda Kedewasaan Laki-Laki di Kabupaten Jeneponto
DOI:
https://doi.org/10.1038/se10m555Keywords:
Assunna', Khitan Adat, Kedewasaan Laki-laki, Budaya Lokal, Sosiologi Agama, MaskulinitasAbstract
Tradisi Assunna’ yang ada di Kabupaten Jeneponto adalah sebuah praktik khitan yang tidak hanya dianggap sebagai kewajiban keagamaan dalam Islam, tetapi juga sebagai ritual sosial dan budaya yang menandakan perubahan menuju kedewasaan bagi laki-laki. Tradisi ini mencerminkan proses penggabungan antara nilai-nilai budaya Bugis-Makassar dengan ajaran Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan praktik Assunna’, menganalisis maknanya sebagai simbol kedewasaan pria, serta meneliti hubungan antara nilai-nilai religius, struktur adat, pembentukan maskulinitas, dan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan melakukan analisis terhadap jurnal ilmiah, buku, skripsi, dan dokumen akademis yang berhubungan dengan tema khitan adat, ritus peralihan, dan budaya lokal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Assunna’ berfungsi sebagai ritus peralihan yang menegaskan perubahan status sosial pria, memperkuat identitas budaya setempat, serta menjadi cara untuk menginternalisasi nilai keberanian, tanggung jawab, dan kepemimpinan dalam lingkungan keluarga. Namun, praktik ini juga menghadapi perubahan akibat modernisasi, pergeseran pandangan generasi muda, serta tuntutan untuk mengintegrasikan standar kesehatan medis. Oleh karena itu, pelestarian tradisi Assunna’ perlu dilakukan dengan pendekatan kolaboratif yang memperhatikan nilai-nilai budaya serta dapat beradaptasi dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, agar makna simbolis dan keselamatan para pelaksana tetap terjaga.
Downloads
References
Aldiyan Rizky. (2022). TRADISI KHITANAN ANAK PEREMPUAN DALAM TINJAUAN SOSIOLOGI AGAMA DI KELURAHAN BITTOENG KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG. In INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PAREPARE (Vol. 2, Issue 8.5.2017).
Alim, A., Adam, A., Zainuddin, A, A., & Rusnita. (2022). Assunna’ Cultural Health Implications (Study of Health Anthropology in Bontoramba Community, Jeneponto Regency). International Journal of Engineering Science Technologies, 6(1), 98–111. https://doi.org/10.29121/ijoest.v6.i1.2022.285
Aminah, S., Utari, A. P., Maisyarah, S., & Al-Hijrin. (2022). Women and Sexual Violence: A Study of Khitan Tradition in West Nusa Tenggara. Proceedings of the 2nd World Conference on Gender Studies (WCGS 2021), 649(Wcgs 2021), 166–175. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220304.024
Annasthasya, D., Alfindoria, I., Rahayu, S., & Khair, O. I. (2025). Metodologi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Literatur Dalam Konteks Pendidikan. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 3(7), 423–429. https://doi.org/10.60126/jim.v3i7.1070
Ariana, R. (2016). Khitan (Sunna) Dalam Upacara Adat Kabupaten Jeneponto. 1–23.
Asa, G. A. (2024). Knowledge and attitude towards traditional male circumcision and the risk of HIV transmission in Indonesia: a cross-sectional study. Research Square, 1–15.
Fatmawati, P. (2015). Nilai-Nilai Dalam Upacara Assunna Pada Masyarakat Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. In Jurnal Walasuji (Vol. 6, Issue 1).
Firdiyogi, N. (2022). KONSTRUKSI SOSIAL MASKULINITAS POSITIF DAN KESEHATAN MENTAL (Studi Fenomenologi Toxic Masculinity Pada Generasi Z). In Skripsi.
Fitri Sri Ramadhani M, Elsa Dwi Aryana Ramadhani, K. (2025). Khitan Perempuan dalam Tradisi Bugis (Makkatte’) Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat. Humaniorasains: Jurnal Humaniora Dan Sosial Sains, 1(3), 361–367.
Gregorius Abanit Asa, N. K. F. and P. R. W. (2023). Traditional male circumcision and the risk for HIV transmission among men: a systematic review Gregorius Abanit Asa 1* , Nelsensius Klau Fauk 1,2 , Paul Russell Ward 1. 1–23.
Ibrahim, F. A. (2021). Makkatte’(Studi Mengenai Sunatan pada Anak Perempuan di Desa Anrihua Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba). 2.
Indry Angraeniy Chaeryl. (2023). TRADISI AKKATTANG DI KELURAHAN BATANGMATA SAPO KECAMATAN BONTOMATENE KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR. In FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Vol. 7, Issue 2).
Izzah, L., Cikusin, Y., Madyan, S., & University-indonesia, A. A. (2023). The Rite of Passage of Pregnancy : Illustration of the Learning Process of Islamic Religious Education Strengthening Multiculturalism. International Journal of Current Science Research and Review, 06(10), 6912–6918. https://doi.org/10.47191/ijcsrr/V6-i10-43
Khatimah, H., Hajrah, A. F., & Yunus, A. F. (2022). Makna Simbolik Prosesi Akkattang pada Masyarakat Makassar Berdasarkan Teori Semiotika Charles Sander Peirce. Insight, 2(2), 247.
Maria Syelvrida Tumina, Sri Yona, Agung Waluyo, E. S. N. (2019). Indonesian Journal of Global Health Research. Indonesian Journal of Global Health Research, 2(4), 3875–3886. https://doi.org/10.37287/ijghr.v2i4.250
Mita. (2022). INTEGRASI BUDAYA ISLAM DENGAN BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI ASSUNNA’ DI MASYARAKAT DESA PAITANA KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO Skripsi. Skrips Uin Alauddin Makassar, 8.5.2017, 2003–2005.
Mokoginta, M. A. (2024). PERSEPSI HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP TRADISI MAKATTE DI KEC. BACUKIKI BARAT KEL. BUMI HARAPAN KOTA PAREPARE. Skripsi IAIN PARE-PARE, 4(1), 9–15.
Naily, N., & Rustriningsih. (2025). The Makkatte’ Tradition in The Bugis Muslim Community. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 23(1), 135–154. https://doi.org/10.24090/ibda.v23i1.13015
Rina Rehayati, M. Ridwan Hasbi, M. (2022). International Journal of Social Science Research and Review. International Journal of Social Science Research and Review, 5(1), 113–128.
Rossano, M. J. (2020). Ritual as resource management: Resource management. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 375(1805), 0–2. https://doi.org/10.1098/rstb.2019.0429
Rusmadinah, A. (2024). EKSISTENSI TRADISI MAKKATTE’: PRO DAN KONTRA PADA MASYARAKAT BUGIS SEBAGAI SUMBER DALAM PEMBELAJARAN IPS DI DESA WIRINGTASI KABUPATEN PINRANG. February, 4–6.
Sakinah, F., Annisa, R., Desfitria, R., Febrianti, W. N., & Prastowo, A. (2021). Materi Khitan sebagai Sarana Pendidikan Seks pada Mata Pelajaran Fikih MI. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 13(2), 183–192. https://doi.org/10.37252/annur.v13i2.102
Salsabila. (2021). ADE’ GENRANG SANRO DALAM RITUAL MAPPACCING PADA MASYARAKAT BUGIS DI DESA LAMATTI RIAJA KECAMATAN BULUPODDO KABUPATEN SINJAI (Studi Sejarah dan Budaya Islam). Repositori.Uin-Alauddin.Ac.Id, 5–24.
Samwil, S., Rijal, F., & Martina, D. (2022). Nilai Adat Istiadat dalam Sunat Rasul di Gampong Gunung Pudung Kabupaten Aceh Selatan. In Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman (Vol. 8, Issue 1, pp. 133–146). https://doi.org/10.24952/tazkir.v8i1.5800
Siti Qurotul A’yun, Bakhrudin All Habsy, M. N. (2025). Model-Model Penelitian Kualitatif: Literature Review (pp. 341–354).
Sulistina, D. R. (2024). Khitan Ceria Metode Khitan Modern Untuk Yatim Dan Dhuafa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT), 5(1), 1–5. https://doi.org/10.35718/pikat.v5i1.718
Syukri, S., & Zakir, S. (2025). Peran Pendidikan Seks Berbasis Al-Qur’an dan Hadits dalam Membentuk Kesadaran Remaja: Studi Kasus di Lingkungan Sekolah. Invention: Journal Research and Education Studies, 6(3), 588–599. https://doi.org/10.51178/invention.v6i2.2704
Yogatiyana, N., Hidayatullah, M. A., Sultan, U., & Tirtayasa, A. (2022). A n w r u l. Jurnal Anwards Is Licenced under A, 2, 325–333.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Keagamaan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






