Motivasi dan Makna Partisipasi Sosial Generasi Z dalam Gerakan Sosial Digital Terkait Isu Kesejahteraan Sosial
DOI:
https://doi.org/10.1038/3r98ja26Keywords:
Generasi Z, Partisipasi Sosial, Gerakan Sosial Digital, Media Sosial, Kesejahteraan SosialAbstract
Perkembangan media sosial telah membentuk pola baru partisipasi sosial Generasi Z, khususnya melalui gerakan sosial digital yang berkaitan dengan isu kesejahteraan sosial. Generasi Z sebagai digital natives memanfaatkan platform media sosial tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk menyuarakan kepedulian sosial, membangun solidaritas, dan melakukan advokasi isu publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi serta makna partisipasi sosial Generasi Z dalam gerakan sosial digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka dan analisis konten digital. Data diperoleh dari literatur akademik terbitan 2021–2025 serta konten media sosial pada platform TikTok, Instagram, Twitter/X, dan YouTube yang merepresentasikan isu lingkungan, hak asasi manusia, keadilan sosial, dan solidaritas kemanusiaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tematik, interpretasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi sosial digital Generasi Z didorong oleh tiga motivasi utama, yaitu motivasi moral, motivasi identitas, dan motivasi sosial-komunitarian. Partisipasi tersebut dimaknai sebagai bentuk pemberdayaan diri, penguatan identitas sosial kolektif, serta kontribusi terhadap perubahan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi digital Generasi Z tidak bersifat simbolik semata, melainkan mencerminkan kesadaran kritis dan keterlibatan sosial yang relevan dalam konteks kesejahteraan sosial di era digital.
Downloads
References
Barati, M. (2023). Digital activism and youth moral agency in contemporary social movements. Journal of Youth Studies and Social Change, 8(2), 145–160.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Natalia, D., Sasmita, R., & Ahmad, F. (2025). Digital solidarity and youth participation in online public spaces. Jurnal Sosiologi Reflektif, 19(1), 1–15.
Nurhaliza, P., & Kurniawan, B. (2022). Media digital dan praktik kesejahteraan sosial berbasis komunitas. Jurnal Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, 7(2), 89–102.
Pandit, A., Sharma, R., & Lee, K. (2025). Community-based digital activism and collective action in social media environments. Social Movement Studies, 24(3), 389–405.
Pratama, Y., & Lestari, D. (2022). Aktivisme digital generasi muda dalam isu keadilan sosial. Jurnal Komunikasi Sosial, 6(1), 55–68.
Rahman, A., & Putri, S. (2021). Peran media sosial dalam penguatan solidaritas sosial Generasi Z. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 5(1), 33–45.
Sari, M., & Hidayat, R. (2023). Partisipasi sosial daring dan perubahan orientasi kepedulian generasi muda. Jurnal Penelitian Sosial, 11(2), 101–115.
Turahmi, N., Azizah, L., & Mutia, R. (2024). Pembentukan identitas generasi melalui partisipasi digital di media sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(2), 210–224.
Zakaria, R., & Suara, M. (2025). Media sosial sebagai ruang publik digital dalam diskursus kesejahteraan sosial. Jurnal Kesejahteraan Sosial Indonesia, 10(1), 25–40.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Keagamaan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






