Dinamika Perasaan dan Kondisi Psikologis Anak dalam Menghadapi Keluarga Broken Home

Authors

  • Muhammad Nur Fajri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

Keywords:

Broken Home, Dinamika Perasaan, Kondisi Psikologis, Strategi Coping, Dukungan Sosial

Abstract

A B S T R A K

Keluarga merupakan lingkungan utama yang berperan dalam perkembangan emosional dan psikologis anak. Kondisi broken home akibat konflik berkepanjangan atau perpisahan orang tua dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis anak, terutama pada masa remaja dan dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika perasaan dan kondisi psikologis anak dalam menghadapi keluarga broken home serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang digunakan dalam menghadapi kondisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas dua mahasiswa berusia 20 tahun yang berasal dari keluarga broken home dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan mengalami perasaan sedih, bingung, kehilangan, kecewa, serta kekhawatiran terhadap masa depan setelah terjadinya konflik keluarga. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi dengan orang tua, konsentrasi belajar, motivasi akademik, kepercayaan diri, serta munculnya perilaku menarik diri dan lebih sensitif. Meskipun demikian, kedua informan mampu beradaptasi melalui strategi coping positif seperti menyibukkan diri dengan aktivitas akademik, menyalurkan hobi, dan berbagi cerita dengan teman dekat. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan kampus juga berperan penting dalam membantu proses penerimaan diri dan menjaga kesehatan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak broken home tidak selalu berakhir pada gangguan psikologis berkepanjangan apabila individu memperoleh dukungan emosional dan mampu mengembangkan strategi adaptasi yang positif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardilla, & Cholid, N. (2021). Pengaruh broken home terhadap anak. STUDIA: Jurnal Hasil Penelitian Mahasiswa, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.32923/stu.v6i1.1968

Berlian, N., & Dewanti, R. D. (2021). Resiliensi pada Remaja yang Mengalami Broken Home. Academia Open, 5. https://doi.org/10.21070/acopen.5.2021.2049

Ifdil, I., Sari, I. P., & Putri, V. N. (2020). Psychological well-being remaja dari keluarga broken home. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 5(1), 35. https://doi.org/10.23916/08591011

Jiddan, F. S., & Setiawati, D. (2025). Regulasi Emosi Peserta Didik Korban Broken Home Di Smp Negeri 39 Surabaya. Jurnal Unesa, 15(1), 172–178.

Kanhouche, G., & Ribeiro, H. B. (2023). The Forgotten Valve is not to be Forgiven: Tricuspid Regurgitation Impact on Clinical Outcomes after Transcatheter Aortic Valve Implantation. Arquivos Brasileiros de Cardiologia, 120(7), 1–2. https://doi.org/10.36660/abc.20230410

Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, J. S. (2023). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. Experiencing Citizenship: Concepts and Models for Service-Learning in Political Science, 109–118.

Mi’rajtul Jannah, A. D. S., Winingsih, E., & Naqiyah, N. (2025). Strategi Coping Anak Broken-home dalam Menghadapi Tekanan. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Ar-Rahman, 11(2), 275. https://doi.org/10.31602/jbkr.v11i2.20761

Munandar, A., Purnamasari, S. E., Peristianto, S. V., & Mercu Buana Yogyakarta, U. (2020). Psychological Well-Being Pada Keluarga Broken Home. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 22(1), 1693–2552.

Patricia, S., & Huwae, A. (2025). Psychological Distress , Neuroticism , and Loneliness in Adolescents from Broken Homes. 9(3), 717–725.

Prameswari, S. A., & Muhid, A. (2022). Prameswari, DUKUNGAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING. Jurnal PSIMAWA, Vol. 5 No.(1), 1–9.

Rahayu, H. S. (2018). Hubungan regulasi emosi terhadap subjective well being pada remaja dengan orngtua bercerai. Journal Cognicia, 66(1), 178–190. https://doi.org/10.3109/08830185.

Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (2013th ed.). https://eprints.poltekkesadisutjipto.ac.id/id/eprint/2786/1/feb_35efe6a47227d6031a75569c2f3f39d44fe2db43_1652079047.pdf

Tetha, M., & Fisabilillah, S. D. (2024). Psychological Well – Being Pada Remaja Dari Keluarga Broken Home. Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 12(3), 14–26. https://doi.org/https://doi.org/10.24912/phronesis.v13i1.27165

Wirio, L., Mirza, R., & Marpaung, W. (2026). The Role of Family Functioning in Emotional Regulation among Adolescents from Broken Homes. 13(1), 9–17. https://doi.org/10.35891/hs801959

Published

2026-07-10

How to Cite

Dinamika Perasaan dan Kondisi Psikologis Anak dalam Menghadapi Keluarga Broken Home. (2026). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 2(01), 769-775. https://journal.alghani-cendekia.com/index.php/JRS/article/view/357