Peran Tradisi Mattampung Dalam Meningkatkan Ketahanan Emosional Orang Tua Yang Mengalami Kehilangan
DOI:
https://doi.org/10.1038/j5qbj855Keywords:
Mattampung, Ketahanan Emosional, Kedukaan, Coping Berbasis Budaya, Masyarakat BugisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi Mattampung dalam meningkatkan ketahanan emosional orang tua yang mengalami kehilangan anggota keluarga. Dengan menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menelaah berbagai publikasi yang membahas tradisi Mattampung, mekanisme coping berbasis budaya, serta konsep ketahanan emosional dalam perspektif psikologi dan antropologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mattampung memiliki tiga fungsi utama, yaitu sosial, budaya, dan spiritual, yang bekerja saling melengkapi dalam membantu keluarga menjalani proses duka. Fungsi sosial tampak melalui kehadiran dan dukungan masyarakat yang meringankan beban emosional orang tua. Fungsi budaya muncul melalui internalisasi nilai-nilai leluhur yang memberi struktur, identitas, dan makna terhadap pengalaman kehilangan. Sementara itu, fungsi spiritual diwujudkan melalui doa, pembacaan Al-Qur’an, dan simbol perbaikan makam yang memberikan ketenangan batin serta dorongan untuk menerima kenyataan secara lebih ikhlas. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa Mattampung bukan hanya ritual budaya, tetapi juga mekanisme penyembuhan emosional yang relevan dalam konteks masyarakat Bugis.
Downloads
References
Aripai, A. F. F., & Amin, M. (2025). Interaksi Hadis dan Budaya Lokal: Living Hadis dalam Tradisi Mattampung Masyarakat Bugis. Journal of Hadith Studies, 7(1), 44–62. https://doi.org/10.32506/johs.v7i1-03
Barella, Y., Aminuyati, A., Nurhesti, N., Zuvita, A. I., Lisa, R., Maharani, M., & Fera, F. (2024). Kearifan Budaya Sambas: Kehamilan, Kelahiran dan Kematian. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 6(1), 23–29. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i1.63682
Becker, C. B. (2023). Utilizing the spirituality of funeral rituals for post-pandemic grief recovery. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1040482
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.
Haposan et al., S. (2022). Jurnal Pendidikan dan Konseling Terhadap Isteri Pasca Kematian Suami (Studi Kasus di GK Pamulang). Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4,1349–1358. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/14466%0A
Iin Parninsih. (2021). Eksplorasi Tradisi Mattampung Masyarakat Bugis dalam Kajian Living Qur’an : Studi Desa Barugae Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Jurnal PAPPASANG, 3(2), 63–83.
Krisna, P. S. G., Anggun, I. E., & Nurcahyo, F. (2024). Death and Grief in Indonesian Culture During the COVID-19 Pandemic. Digital Press Social Sciences and Humanities, 11, 00009. https://doi.org/10.29037/digitalpress.411461
Mardianti, B., Missriani, M., & Ali, M. (2023). Kearifan Lokal Budaya Masyarakat Bugis dalam Tradisi Mattampung Di Desa Sumberjaya Kabupaten Banyuasin (Suatu Kajian Semiotik). Jurnal Ilmiah Dikdaya, 13(1), 201. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v13i1.412
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook.
Mufti, N. O., Nurlailiwangi, E., & Fahmi, I. (2022). Rancangan Konseling Kedukaan Berbasis Islam untuk Orangtua Pascakematian Anak Counseling Islamic Grief Design Based to Parents after Child Mortality. Jurnal Integrasi Kesehatan Dan Sains (JIKS), 4(1), 154–158. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/10326-37331-3-PB.pdf
Mursalim, M., Yusran, Y., & Sagirah, S. (2023). Mappatemme Aqorang Tradition in Mattampung Ritual Among the Bugis Community in East Kalimantan. Borneo International Journal of Islamic Studies, 5(2), 1–96. https://doi.org/10.21093/bijis.v5i2.6289
Nasruddin. (2022). Mattampung : Studi Tentang Pro Dan Kontra Masyarakat Terhadap Ritual Kematian Di Kecamatan Soppeng Riaja KABUPATEN BARRU. Kabilah: Journal of Social Community, 7(14), 408.
Nugraha, F., & Kristi Poerwandari, E. (2024). Eksplorasi Pemaknaan Kedukaan Lansia yang Kehilangan Anggota Keluarga Terdekat Akibat Pandemi Covid-19. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling, 14(2). https://doi.org/10.24127/gdn.v14i2.10004
Prapunoto, S., & Soetjiningsih, C. H. (2024). Grief Due to Loss of Significant Others: The Role of Social Support, Spiritual Intelligence and Wellbeing-Life Satisfaction. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 6(2). https://doi.org/10.51214/00202406898000
Pristiyanti, D. C., & Yuwanto, L. (2025). Psychological Health Professionals’ Perspectives on Melukat as a Cultural Approach to Psychological Therapy. Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS), 5(1), 79–101. https://doi.org/10.18860/jips.v5i1.31366
Purba, S. R., & Engel, J. D. (2024). Ulos Tujung Sebagai Pendampingan Kedukaan Berbasis Budaya di Tanah Batak. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 6(1), 104–112. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i1.68427
Putri, S. R., & Dewi, D. K. (2024). Dinamika Kedukaan atas Kematian Orang Tua pada Dewasa Awal. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 934–953.
Snyder, H. (2019). Literature Review as a Research Methodology.
Teichman, S., Mitchell, B. A., Riadi, I., Chaudhury, H., Banerjee, A., & Odom, W. (2024). Qualitative Bereavement Experiences and Support in Community-Dwelling Older Adults: A Scoping Review. OMEGA - Journal of Death and Dying. https://doi.org/10.1177/00302228241308616
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Keagamaan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






