Tradisi Sebagai Media Psikologis: Studi Explorasi Makna Simbolis Sayyang Pattuddu Bagi Pengembangan Diri Remaja Mandar

Authors

  • Ahmad Ghifary Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.1038/ffz9km93

Keywords:

Sayyang Pattuddu, Psikologi Budaya, Pengembangan Diri, Regulasi Emosi, Remaja Mandar

Abstract

Tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki peran penting sebagai media psikologis dalam membentuk perkembangan individu. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna simbolis tradisi Sayyang Pattuddu serta kontribusinya terhadap pengembangan diri remaja Mandar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan terkait psikologi budaya, perkembangan remaja, serta tradisi Sayyang Pattuddu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sayyang Pattuddu berfungsi sebagai simbol pengakuan sosial yang memperkuat konsep diri, harga diri, dan rasa kompetensi remaja. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana internalisasi nilai-nilai budaya dan religius yang berperan dalam pembentukan regulasi emosi remaja sesuai dengan norma sosial masyarakat Mandar. Melalui pengalaman simbolik dan keterlibatan sosial dalam ritual tersebut, remaja memperoleh ruang afirmasi identitas personal dan sosial yang mendukung kesejahteraan psikologis serta pengembangan diri secara positif. Kajian ini menegaskan pentingnya tradisi lokal sebagai pendekatan berbasis budaya dalam mendukung perkembangan psikologis remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif Surianto, D. L. (2020). Eksistensi tradisi sayyang pattu’du di desa baru kecamatan luyo kabupaten polewali mandar. 1(September 2020), 452–460.

Arifin, I. (2023). EKSISTENSI TRADISI SAYYANG PATTUDU ATAU KUDA MENARI PADA SUKU MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT. 1, 43–50.

Carta, S., & Cataudella, S. (2021). Adolescence between biology and culture a perspective on the crisis of symbolization.

Crone, E. A., & Drunen, V. (2024). Development of Self-Concept in Childhood and Adolescence : How Neuroscience Can Inform Theory and Vice Versa. 255–271. https://doi.org/10.1159/000539844

Dewi, F. I. R., Idulfilastri, R. M., & Sari, M. P. (2023). THE CULTURE AND YOUTH RESILIENCE STRATEGIES : A QUALITATIVE INQUIRY. 1(2), 1440–1447.

Effendi, T. N., Dari, I. W., Sandiva, E. S., Lingga, D. V., Wulandari, W., Pratama, A. S., Nabilah, F. U., Rasyid, F. A., Armel, R. S., Hanny Dwi Sofyani, R. A. ; R. W. N. H. J., Siburian, D. T. E., Purba, A. P., Naumarga, T., Butar, B., Cooperation, M., Ronald Darlly Hukubun, Marlin Chrisye Wattimena, Sherly Lewerissa, Michele Kesaulya, Unayah, N. (2024). Partisipasi Masyarakat Melaksanakan Gotong Royong Di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. Sosio Informa, 2(1), 196–206.

Jennifer H. PfeiferElliot T. Berkman. (2019). The Development of Self and Identity in Adolescence: Neural Evidence and Implications for a Value-Based Choice Perspective on Motivated Behavior. 12(3), 158–164. https://doi.org/10.1111/cdep.12279.The

José M. Causadias, PhD1, Lucía Alcalá, PhD2, Kamryn S. Morris, MS1, Fatima T. Yaylaci, PhD3, Na Zhang, P. (2023). Future Directions on BIPOC Youth Mental Health: The Importance of Cultural Rituals in the COVID-19 Pandemic. 51(4), 577–592. https://doi.org/10.1080/15374416.2022.2084744.Future

Moleong. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Remaja Rosdakarya (ed.)).

Mudfainna, Abdul Halik, H. N. (2023). Partisipasi Masyarakat Dalam Melestarikan Tradisi Sayyang Pattudu di Desa Sidorejo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. VIII, 107–117.

NUR PADILA. (2016). TRANSFORMASI NILAI TRADISI SAYYANG PATTU’DU’ PADA BUDAYA MANDAR (Studi Fenomenologi Dinamika Sayyang Pattu’du’ dalam Khataman Al-Quran di Kabupaten Majene).

Polyakov, A. M., & Поляков, А. М. (2025). The subject-symbolic approach to psychological support practice with children and adolescents. 21(3).

Setyaningsih. (2021). Pengaruh Situasi Sosial Dan Nilai Budaya Madura Terhadap Regulasi Emosi Individunya. 12(1), 22–38.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif (Alfabeta (ed.)).

Tamaruddin, A. (2023). Identitas Budaya Tradisi Mesawe ’ Sayyang Pattu ’ du Suku Mandar Dalam Perspektif Hukum Islam. 2, 81–92.

Ungar, M. (2011). The Social Ecology of Resilience: Addressing Contextual and Cultural Ambiguity of a Nascent Construct. 81(1), 1–17. https://doi.org/10.1111/j.1939-0025.2010.01067.x

Yilmazer, E. (2024). EMOTIONAL REGULATION IN ADOLESCENCE : 2(12), 403–424. https://doi.org/10.52122/nisantasisbd.1457804

Yim, C. (2023). Effects of Social Support on Adolescent Identity Development. 1–12.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan (Yayasan Obor Indonesia (ed.)).

Zhou, S., Jiang, L., Li, W., & Leng, M. (2025). Meaning in life from a cultural perspective: the role of cultural identity, perceived social support, and resilience among Chinese college students. Humanities and Social Sciences Communications, 2025, 1–13. https://doi.org/10.1057/s41599-025-04424-8

Published

2025-12-31

How to Cite

Tradisi Sebagai Media Psikologis: Studi Explorasi Makna Simbolis Sayyang Pattuddu Bagi Pengembangan Diri Remaja Mandar. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 2(01), 132-142. https://doi.org/10.1038/ffz9km93