Makna Tradisi Mabbuka Tange dan Mappasikarawa sebagai Media Konseling Pranikah dalam Perspektif Budaya Bugis Pinrang

Authors

  • Khaerunnisa Qurrata A’yun Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.1038/tmb7ex57

Keywords:

Mabbuka Tange, Mappasikarawa, konseling pranikah, budaya Bugis, tradisi perkawinan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna tradisi Mabbuka Tange dan Mappasikarawa sebagai media konseling pranikah dalam perspektif budaya Bugis di Kabupaten Pinrang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pasangan pengantin, tokoh adat (pappasikarawa), serta keluarga yang terlibat dalam prosesi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui coding tematik, triangulasi sumber, dan verifikasi melalui member check untuk memastikan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mabbuka Tange berfungsi sebagai simbol transisi menuju kehidupan rumah tangga sekaligus membentuk komunikasi awal dan kesiapan emosional pasangan, sedangkan Mappasikarawa melalui sentuhan fisik simbolis memperkuat ikatan emosional, kasih sayang, keharmonisan, serta harapan rezeki dalam rumah tangga. Kedua tradisi ini berperan sebagai media konseling pranikah non-formal yang menanamkan nilai budaya, moral, dan sosial, sekaligus memperkuat jaringan sosial keluarga dan komunitas. Penelitian ini merekomendasikan agar pasangan pengantin memahami tradisi ini secara sadar dan mengintegrasikannya ke dalam program konseling pranikah berbasis budaya guna melestarikan nilai simbolik serta meningkatkan kesiapan menikah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, N., Hotimah, N., Jalaluddin, M., Rosita, E., & Muzayin, A. (2024). Layanan Bimbingan Pranikah untuk Meningkatkan Kesiapan Calon Pengantin. Syiar: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.54150/syiar.v4i1.328

Aswar, A., Amirullah, M., & Wijaya Nur, E. (2023). Concept of counseling for indigenous Bugis culture from Kajaolaliddong thought. KONSELI : Jurnal Bimbingan Dan Konseling (E-Journal), 10(2), 131–142. https://doi.org/10.24042/kons.v10i2.15306

Aulia Toha, A., & Winda kustiawan. (2024). Bimbingan Pranikah terhadap Tingkat Kesiapan Calon Pengantin dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(2), 153–160. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i2.82824

Ginting, M. H. B., & Purnama, D. S. (2023). How Is Pre-Marriage Guidance Between the Years 2018-2022 in Indonesian Culture: A Systematic Review Study. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 10(6), 259. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v10i6.4894

Hikmah, S. (2024). Makna Simbolik Tradisi ”Mappasikarawa” Dalam Pernikahan Suku Bugis Di Desa Sencalang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Jom Fisip, 11(1), 1–23.

Idrus, A. M., Nurdin, R., Qayyum, R., Halim, P., & Amir, R. (2023). The Tradition of Mappasikarawa in the Bugis-Makassar Community Marriage: A Study of Islamic Law Philosophy. Samarah, 7(2), 848–874. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i2.17125

Ilham, M., & Wijiati, I. A. (2022). Mappasikarawa Processes in the Wedding Customs of the Bugis Pattinjo Tribe in South Sulawesi. European Journal of Humanities and Educational Advancements (EJHEA), 3(3), 14–18. https://www.scholarzest.com

Indatono, P. R., Rodiah, I., & Aminah, S. (2025). Religious and Cultural Values In The Mapacci Traditional Of The Bugis Indigenous Community. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 22(2), 303–320. https://doi.org/10.24090/ibda.v22i2.10202

Ismail Suwardi Wekke, Arhanuddin Salim, Y. S. (2018). PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MASYARAKAT BUGIS. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 11(1), 41–62. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v11i1.3415

Iwafuchi, H., Nakazawa, A., Matsuoka, K., Watanabe, T., Fuchimoto, Y., Kiyotani, C., & Tsuzuki, T. (2016). Seminoma accompanying mature teratoma in an infantile mediastinal region: A rare presentation of infantile germ cell tumors. Pathology International, 66(9), 540–542. https://doi.org/10.1111/pin.12436

Khatima, H., Hadawiah, H., & F. Amin, K. (2022). Pattern Of Cultural Communication In Marriage Tradition In Bugis Community Pangkep Regency. Respon Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 3(1), 109–119. https://doi.org/10.33096/respon.v3i1.100

Li, Y., Peng, L., & Shen, G. (2013). Load-balanced fixed routing for wavelength routed optical networks. IEEE Communications Letters, 17(6), 1256–1259. https://doi.org/10.1109/LCOMM.2013.043013.122411

Mahdaniar, A., Juhannis, H., & Usman, U. (2021). ANALYZING ISLAMIC EDUCATION VALUES FROM BUGIS MARRIAGE PROCESS TRADITION IN BONE, SOUTH SULAWESI. JICSA (Journal of Islamic Civilization in Southeast Asia), 10(2), 245. https://doi.org/10.24252/jicsa.v10i2.24484

NUR HIDAYANTI,ABDUL HALIK, H. H. (n.d.). No Title. TRADISI MAPPASIKARAWA DALAM PERNIKAHAN ADAT BUGIS DI KELURAHAN BONTONYELENG KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA, Vol. 2 No. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/washiyah/article/view/19144?utm_source=chatgpt.com

Nurainun, N., & Yusuf, A. M. (2022). Analisis Tingkat Kesiapan Menikah Calon Pengantin. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 2110–2115. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2345

Safitri, A., Baka, W. K., & Hermina, S. (2018). Tradisi Mapasikarawa dalam Perkawinan Masyarakat Bugis di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka. LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, Dan Budaya, 1(1), 56–64. http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/848

Safitri, R. A., Nilfatri, N., & Haeran, H. (2025). Review of Islamic Law on Implementation Tradition Bugis; Sompa and Mappasikarawa. Zabags International Journal of Economy, 3(1), 92–100. https://doi.org/10.61233/zijec.v3i1.97

Salik, Y., & Mustamin, K. (2022). Mappacci Interconnection in Bugis Tradition and Strengthening of Pangadereng (Ethics). HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, 8(1), 28–39. https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v8i1.5177

seliana, Syaiful Arifin, & Syamsul Rijal. (2018). 1145-3770-1-Pb (1). 2(3), 213–220.

Siri, H., Musyarif, M., Lestari, F. A., & Alwi, M. (2025a). Symbolic Meanings in The Mammatua Ritual of Bugis Marriage Culture. Warisan: Journal of History and Cultural Heritage, 6(1), 63–70. https://doi.org/10.34007/warisan.v6i1.2683

Siri, H., Musyarif, M., Lestari, F. A., & Alwi, M. (2025b). Symbolic Meanings in The Mammatua Ritual of Bugis Marriage Culture. Warisan: Journal of History and Cultural Heritage, 6(1), 63–70. https://doi.org/10.34007/warisan.v6i1.2683

Suparyanto dan Rosad (2015. (2021). Tradisi Mabbukka’ Tange’ dan Mappasikarawa pada Perkawinan Masyarakat Bugis di Tiroang Kab. Pinrang (Analisis Filosofis Hukum Islam). Repository IAIN Pare, 5(3), 248–253. http://repository.iainpare.ac.id/4237/1/15.2100.032.pdf

Syandri;, Bakry;, K., & Farisi, S. Al. (2020). ADAT MAPPASIKARAWA PADA PERKAWINAN MASYARAKAT BUGIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS DESA KABALLANGAN KABUPATEN PINRANG ) Syandri Kasman Bakry Salman Al Farisi PENDAHULUAN Salah satu kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah keanekaragaman suku d. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 1(4), 611–626.

Yamin Sani, M., Tang, M., Nadjib, M., & Sani, Y. (2018). Contemporary Bugis Weddings in the Regency of Soppeng: an Analysis of Cultural Semiotics. European Journal of Research in Social Sciences, 6(6), 1–11. www.idpublications.org

Published

2025-12-07

How to Cite

Makna Tradisi Mabbuka Tange dan Mappasikarawa sebagai Media Konseling Pranikah dalam Perspektif Budaya Bugis Pinrang. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 1(1), 165-174. https://doi.org/10.1038/tmb7ex57