Inovasi Program Kesejahteraan Sosial Berbasis Rumah Singgah Bagi Anak Jalanan Di Kota Makassar

Authors

  • Dwi Putri Septiani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.1038/m2m4sg09

Keywords:

Rumah Singgah, Anak Jalanan, Kesejahteraan Sosial, Pemberdayaan, Inovasi

Abstract

Kajian pustaka sistematis ini mengevaluasi efektivitas program Rumah Singgah Makassar sebagai intervensi hybrid inovatif bagi anak jalanan, yang mengintegrasikan penjangkauan berbasis GIS, pelatihan vokasi bertingkat, dan resosialisasi keluarga adaptasi budaya. Mengacu pada 25 jurnal nasional terakreditasi Sinta (2015- 2025), penelitian mengungkap indeks efektivitas komprehensif 73%, dibuktikan dengan penurunan anak jalanan terdaftar 34% (528 menjadi 348 anak), peningkatan penjangkauan 78% melalui aplikasi GIS "AnakMakassar", tingkat kelulusan vokasi 74% dengan multiplier employability 3,7 kali, serta residivisme 22% dalam 12 bulan. Mengoperasionalisasikan capabilities approach Amartya Sen, model ini mengubah sumber daya institusional menjadi functionings bernilai (misalnya kemandirian ekonomi 71%, reintegrasi pendidikan 78%), didukung ekosistem PPP yang menutup 47% pendanaan non-APBD meskipun kendala sistemik (rasio SDM 1:23, koordinasi antar-lembaga 6,8/10). Implikasi kebijakan merekomendasikan replikasi nasional di 45 kota tier-2 melalui Peraturan Presiden 2026 dan platform GIS "SinggahNas 2030", dengan proyeksi reduksi 48% anak jalanan nasional (200.000 menjadi 104.000 anak) dan penghematan biaya sosial Rp18 triliun, mempercepat SDGs 1.2 dan 4.1.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Jurana Angriaani. (2023). Pemberdayaan anak jalanan oleh Rumah Belajar Cinta Damai di Kecamatan Ujung Kota Parepare.

Amelia, R. (2015). Efektivitas pelaksanaan program penanganan anak jalanan di Dinas Sosial Kota Makassar.

Calistung, S., & Jalanan, A. (2019). The roles of students in fulfilling the right of abstrak pendahuluan fakta proses pendidikan di Indonesia secara umum belum mencapai tujuan pendidikan nasional dengan sempurna. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya anak-anak yang tidak mendapat akses, 81–96.

Children, S., & Shelter, H. (2003). Penelitian penanganan anak jalanan melalui (studies on the coping of street children through home, 8(3), 43–57.

Dr. Al Khanif, Indonesia, S., Centre, T., & Rights, H. (2025). The Journal of Southeast Asian Human Rights.

Ernianti, B. (2019). Implementasi kebijakan pembinaan anak jalanan di Dinas Sosial Kota Makassar.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1

H. Jabbar. (2007). Persepsi masyarakat terhadap dampak sosial anak jalanan di Kota Makassar.

Hasanah, B., & Putri, L. D. (2018). Efektivitas program penanggulangan anak jalanan berbasis community development di Kota Serang (studi pada program rumah singgah), 7(2), 81–93.

Hilman, A. (2023). Strategi bertahan hidup anak jalanan (studi kasus anak jalanan di Kota Makassar).

Jannah, Y. M., Tompo, N., Sore, U. B., & Jalanan, A. (2022). Pelaksanaan program penanganan anak jalanan di Dinas Sosial Kota Makassar, 2, 158–163. https://doi.org/10.56326/jp.v1i2.1538

Khair, M. (2024). Pendampingan sosial pada anak jalanan di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Kota Makassar, III.

Library, P. D. (2020). Pre-print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1–6.

Putra, F. (2015). Pemberdayaan anak jalanan di rumah singgah.

Sakir, A. R., Amaliah, Y., Lukman, J. P., & Rajab, M. (2023). Strategi Dinas Sosial Kota Makassar dalam upaya penanganan anak jalanan, 02(01), 19–26.

Published

2025-12-28

How to Cite

Inovasi Program Kesejahteraan Sosial Berbasis Rumah Singgah Bagi Anak Jalanan Di Kota Makassar. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 1(1), 965-975. https://doi.org/10.1038/m2m4sg09