Makna Psikologis Tradisi Pakkio’ Bunting Sebagai Dasar Konseling Berbasis Budaya di Kabupaten Takalar

Authors

  • Salsa Pebriani Nur Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.1038/dv2pm813

Keywords:

Pakkio' Bunting, Nilai Psikologis, Konseling Berbasis Budaya, Psikologi Budaya

Abstract

Tradisi pernikahan adat Makassar tidak hanya berfungsi sebagai rangkaian prosesi seremonial, tetapi juga mengandung nilai-nilai psikologis dan kultural yang berperan penting dalam pembentukan kesiapan emosional serta relasi interpersonal pasangan. Salah satu tradisi lisan yang sarat makna adalah Pakkio’ Bunting, yakni syair penyambutan pengantin pria ketika tiba di rumah pengantin wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna psikologis dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Pakkio’ Bunting, serta mengeksplorasi potensinya sebagai landasan pengembangan konseling berbasis budaya, khususnya dalam konteks konseling keluarga dan pranikah masyarakat Makassar. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dokumen adat, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tradisi Pakkio’ Bunting, psikologi budaya, dan konseling multikultural. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan reflektif untuk menghubungkan nilai-nilai tradisi dengan dinamika psikologis individu dan keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pakkio’ Bunting memuat nilai penghormatan, tanggung jawab, kebersamaan, spiritualitas, serta konsep siri’ (harga diri) dan pacce (solidaritas) yang berfungsi sebagai mekanisme regulasi emosi dan pembentukan ekspektasi rumah tangga. Syair dalam tradisi ini tidak hanya berperan sebagai media komunikasi adat antar keluarga, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan kesiapan mental bagi pasangan pengantin. Namun, modernisasi menyebabkan terjadinya reduksi makna, sehingga tradisi ini kerap dipahami sebatas elemen estetis. Oleh karena itu, integrasi nilai Pakkio’ Bunting dalam praktik konseling berbasis budaya dinilai strategis untuk memperkuat identitas budaya klien, meningkatkan efektivitas intervensi konseling, serta merevitalisasi pemaknaan tradisi agar tetap relevan dalam kehidupan keluarga modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, M., Pongpalilu, F., & Nasrullah, I. (2024). Existence of Values of Pakkio Bunting in Micro-Structure in A Review of Van Dijk ’ s critical Discourse Analysis. 3.

Arya, N., Sabir, T. A., & Ilmi, Dhia Naufalia, A. (2021). ANALISIS MAKNA SIMBOLIK TRADISI PAKKIO’ BUNTING PADA PERKAWINAN ADAT SUKU MAKASSAR. 2(2), 84–94.

Bagaskara, M. A., Agussalim, A., & Hajrah. (2024). Pesan Moral Dalam Buku Kelong-Kelongna Tau Mangkasaraka Karya Kembong Daeng. 1(March), 53–60.

Bakhtiar, M. I., Saman, A., & Ar, N. H. (2023). The Development of Multicultural Counseling Model Based on Tudang Sipulung Culture to Improve the Social Skills of Indonesian Students. 9(3), 260–265.

Darussalam, F. I. (2021). SIRI ’ NA PACCE DAN IDENTITAS KEBUDAYAAN. 14(1), 1–5.

Daulay, M., Maslina, N., & Firman, F. (2025). INTEGRASI SISTEM NILAI BUDAYA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PESERTA DIDIK. 11(11 No. 1), 44–61.

Dewi Kania Putri, R., Hajrah, & Asia, M. (2024). MAKNA SIMBOLIK APPABBAJIKANG BUNTING PADA PROSESI PERNIKAHAN ADAT MAKASSAR DI DESA PATTALLIKANG KABUPATEN GOWA. 2(1), 377–387.

Hajrah, Rosvita, I., & Fitriansal. (2025). The value of the Makassar kelong in literature as an expression of local wisdom. 24(1), 30–41.

Idris, M. (2021). SIRI DALAM MASYARAKAT BUGIS-MAKASSAR DI KABUPATEN JENEPONTO. 23(1), 1–10.

Illang, Daeng, K., & Hajrah. (2024). Analisis Kelong Sisila-Sila dalam Syair Pakkiok Bunting di Desa Songkolo Kabupaten Gowa (Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur). I, 30–39.

Indramini. (2024). Transformasi Ungkapan Tradisional dalam Perkawinan Adat Makassar di Era Modern. 3.

Jarkawi, Handayani, E. S., Hayati, S. A., Haryadi, R., Ridhani, A. R., Habsy, N., & Puteri, N. A. (2025). Integrating Banjar Cultural Values into Premarital Counseling : A Randomized Controlled Trial on Marital Readiness in Indonesia. 5(2), 133–144. https://doi.org/10.17977/um059v5i22025p133-144

Kurnaedi, N. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Indigenous Lampung Dalam Praktik Konseling Multikultural. 1(1), 1–11.

Mahmuda, M., & Silvianetri. (2025). KONSELING BERBASIS BUDAYA: KONSELING DI TENGAH KEBERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia, 11, 279–286.

Masthurah, N., Amin, F. H., Sunusi, S. L., Hanafie, N. K., & Mohamad, A. R. (2024). Evolving Traditions: The Contemporary Dynamics of Uang Panai’ in Bugis- Makassar Wedding CeremoniesEvolving Traditions: The Contemporary Dynamics of Uang Panai’ in BugisMakassar Wedding Ceremonies. 23(1), 51–60.

Muhammad, S., & Sande, J. . (1995). BOTO-BOTOANG DAN PAKKIOK BUNTING DALAM SASTRA MAKASSAR.

Putri, M. H., Nadhirah, N. A., & Budiman, N. (2024). CULTURAL AWARENESS : MEMAHAMI SENSITIVITAS MULTIKULTURAL DALAM PRAKTIK KONSELING DI SEKOLAH. 10(1), 78–98.

Rahmawati. (2014). PAKKIOK BUNTING DALAM ADAT PERKAWINAN SUKU MAKASSAR DI GOWA: KAJIAN NILAI BUDAYA (Pakkiok Bunting in Makassarese Marriage Tradition in Gowa: A Cultural Value Study). 10(1), 87–101.

Rahmawati. (2022). The Implementation of Siri Na Pacce Culture in Bugis-Makassar Wedding in Bissoloro Village , Bungaya District , Gowa Regency ( Overview in Islamic cultural values ). 545–551.

Rezah, F. S., & Muzakkir, A. K. (2021). CUSTOM AS A CRITICAL CONCEPT AND SIRI ’ AS THE CORE CONCEPT OF UGI-MANGKASARA CULTURE. 3(1), 40–51.

Rozak, F. A., & Mariyana, F. (2024). Relevansi Adat dan Agama pada Tradisi Pernikahan Kejawen Studi Kasus Desa Pekuncen Kabupaten Banyumas. 19, 1–17.

SALMAWATI. (2022). IMPLEMENTASI SIRI’ NA PACCE DALAM ADAT PERNIKAHAN DI DESA BUAKKANG (Studi Unsur-Unsur Budaya Islam). 1–65.

Syamsurijal, & Fajrin R., H. (2020). SUKU MAKASSAR : ANALISIS ALBERT PARRY LORD ( PAKKIOK BUNTING GROOM WELCOMING IN MAKASSAR TRIBE : ALBERT PARRY LORD ANALYSIS ). 4535(1968), 131–140.

W. Lawrence Neuman. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches.

Published

2025-12-14

How to Cite

Makna Psikologis Tradisi Pakkio’ Bunting Sebagai Dasar Konseling Berbasis Budaya di Kabupaten Takalar. (2025). JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial Dan Keagamaan), 1(1), 459-466. https://doi.org/10.1038/dv2pm813