Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.1038/wc2w5n26Keywords:
Kekurangan Energi Kronis, Ibu Hamil, Faktor Sosial Ekonomi, Status GiziAbstract
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di negara berkembang. KEK tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan janin dan anak, seperti bayi berat lahir rendah dan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi kejadian KEK pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir dan dapat diakses secara penuh. Sebanyak sepuluh artikel yang relevan dianalisis secara naratif berdasarkan indikator sosial ekonomi yang meliputi tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pekerjaan ibu, dukungan keluarga, akses pelayanan kesehatan, pengetahuan gizi, dan ketahanan pangan rumah tangga. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Pendidikan rendah berhubungan dengan keterbatasan pengetahuan gizi dan pola konsumsi yang tidak adekuat. Pendapatan keluarga dan pekerjaan ibu memengaruhi kemampuan ekonomi dalam mengakses pangan bergizi dan layanan kesehatan. Akses terhadap antenatal care dan program gizi ibu hamil berperan sebagai faktor protektif, namun pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa KEK pada ibu hamil merupakan masalah multidimensional yang memerlukan pendekatan komprehensif dan multisektoral. Upaya pencegahan KEK perlu mengintegrasikan intervensi gizi dengan peningkatan kondisi sosial ekonomi dan penguatan pelayanan kesehatan maternal.
Downloads
References
Aminin, F., Wulandari, A., & Lestari, R. P. (2014). Pengaruh kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan, 167–172.
Andari, N. W. N., Purwaningsih, H., & Saparwati, M. (2018). Faktor resiko terjadinya kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di Kelurahan Langensari. Universitas Ngudi Waluyo.
Dimas Heryunanto, dkk. (2022). Gambaran kondisi kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Kesehatan Masyarakat, 6, 1792–1805.
Jayadi, Y. I., Adha, A. S., & Tahar, T. N. L. (2024). Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting di Puskesmas Pattalassang pada Covid-19. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(1), 391–412.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., & others. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372.
Pastuty, R., KM, R., & Herawati, T. (2018). Efektifitas program pemberian makanan tambahan-pemulihan pada ibu hamil kurang energi kronik di Kota Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3), 179–188.
Stunting, M. (2024).Evaluasi program pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(1), 101–112.
Sugiyono. (2020). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.Yendena, N., Shafa Nariswari, A., & Pradnya Paramita, D. (2025). Asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan kekurangan energi kronik di Puskesmas Pajangan.
Siagian, M., Ginting, J. B., Girsang, E., Manalu, P., Sinaga, E. A., & Marpaung, I. P. P. (2024). Penyebab kurang energi kronik pada ibu hamil. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 23(1), 86-92.
Suryani, L., Riski, M., Sari, R. G., & Listiono, H. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 311–316.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RUANG SOSIALIA (Ruang Ilmiah: Sosial dan Keagamaan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






